JAKARTA, BERNAS.ID – Sikap pro dan kontra muncul di masyarakat dalam menyikapi penanganan banjir yang dikerjakan Pemerintah DKI Jakarta. Hal itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Pramono mengatakan, tidak semua pihak senang jika Jakarta berhasil mengurangi persoalan banjir. Ada juga warga yang senang ketika Jakarta kebanjiran.
Ia pun mencontohkan salah satu kebijakan yang diambil Pemprov DKI mengenai pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Timbul kritikan dari kebijakan tersebut oleh sejumlah pihak.
Baca Juga : Modifikasi Cuaca Dinilai Buang-Buang Uang, Lukmanul Hakim Sebut Banjir Jakarta Akibat Tata Ruang Semrawut
“Saya bilang, apa yang saya lakukan tentunya ada yang senang, ada yang enggak senang. Termasuk modifikasi cuaca. Enggak semuanya orang itu senang bahwa Jakarta enggak banjir. Itu juga ada yang pengen Jakarta banjir,” kata Pramono di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, kritikan tersebut merupakan hal wajar. Namun, ia mengklaim, langkah tersebut diambil semata-mata untuk kepentingan masyarakat dan publik luas, bukan demi kepentingan kelompok tertentu.
“Modifikasi cuaca yang kami jalankan dikritik, enggak apa-apa. Tetapi kan yang saya lakukan ini adalah untuk kepentingan masyarakat, kepentingan publik,” ujarnya.
Baca Juga : Operasi Modifikasi Cuaca Berhasil Kurangi Intensitas Hujan di Jakarta Hingga 64%
Politikus PDI Perjuangan ini menuturkan, tugas utama seorang pemimpin adalah menyelesaikan persoalan, bukan justru menambah masalah. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang solutif dan tidak terjebak pada konflik internal.
“Rasanya saya selama menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta, hampir satu tahun, bulan ini saya satu tahun, bulan depan saya satu tahun, rasanya saya enggak pernah marah,” klaimnya.
Dengan demikian, Pramono menyebut pendekatan yang ia gunakan dalam memimpin mengacu pada prinsip solutif dan strategis. Prinsip itu, menurutnya, diterapkan dalam menyelesaikan berbagai persoalan lama di Jakarta yang belum tuntas pada periode sebelumnya.
“Maka kalau dilihat apa yang saya lakukan, semua kebijakan-kebijakan gubernur yang lama, Gubernur DKI Jakarta maksudnya, yang tidak selesai, bismillah saya selesaikan,” pungkasnya. (DID)
