SLEMAN, BERNAS.ID- PDAM Tirta Sembada Sleman memastikan kesiapan infrastruktur dan pasokan air bersih bagi para pelanggan di bulan Ramadan dan Idul Fitri nanti. Langkah antisipasi ini diambil guna menghadapi potensi lonjakan pemakaian air yang biasanya terjadi pada waktu sahur dan berbuka puasa.
“Saat puasa, tidak begitu signifikan ya. Masih rata-rata. Kalau Lebaran, pasti ada kenaikan khususnya sektor niaga seperti perhotelan,” tutur Rina Wijayanti, Kabaghumas PDAM Sleman, Senin (23/2).
Baca Juga Minat Warga Sleman Aktifkan IKD dan Manfaatkan Layanan Online Rendah
Saat ini, PDAM Tirta Sembada Sleman telah mengoptimalkan kapasitas produksi untuk mencukupi kebutuhan air sekitar 46 ribu pelanggan. Kapasitas total sumber saat ini mencapai 780 liter per detik dengan penambahan debit sekitar 70 liter per detik yang telah dilakukan sejak awal tahun.
Untuk wilayah yang banyak menyerap air di kawasan Kapanewon Depok dan Sleman seperti sepanjang Jalan Magelang. Saat ini, kurang lebih sekitar 90 hotel di seluruh wilayah Sleman.
Untuk kendala pelayanan air, PDAM Sleman kini menyediakan aduan secara online sehingga akan bisa direspon petugas yang piket selama 24 jam. Untuk tahun 2026, PDAM memasang target 3000 pelanggan.
Untuk mencapai target tersebut, PDAM Sleman mengubah tarif pemasangan sambungan baru. Dari tarif, Rp1.517.000, menjadi Rp1.300.000. Tarif ini pun berlaku sejak November 2025.
“Program perubahan tarif pemasangan baru reguler bertujuan untuk meningkatkan jangkuan layanan dan penyediaan air bersih, serta memberikan keringanan harga kepada calon pelanggan baru,” tutup Rina. (jat)
