YOGYAKARTA, BERNAS.ID — Menyambut Hari Raya Idulfitri 2026, Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan sejumlah Imbauan kepada Pemda DIY. Imbauan tersebut disampaikan usai rapat koordinasi yang digelar di Ruang Banggar DPRD DIY, Kamis (12/3/2026).
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto mengatakan, berdasarkan hasil rekomendasi yang didialogkan Komisi A dan beberapa pemangku kepentingan, semua pihak diharapkan sudah siap dalam rangka mewujudkan Lebaran dan Iiburan tahun 2026 ini dengan aman dan selamat. Pihaknya merekomendasikan Pemda DIY bersama TNI Polri menurutnya mempersiapkan pos-pos layanan terpadu baik dari aspek kesehatan, aspek lalu lintas, aspek kebencanaan dan beberapa aspek yang lain.
“Kita juga merekomendasikan yang kedua kepada Pemda DIY untuk segera menyusun manajemen pos terpadu, pos terpadu itu yang membawahi yang mengkoordinasikan seluruh pos dan agar yang baik dilayani oleh Pemda maupun oleh TNI Polri dan juga masyarakat,” ujar Eko.
Komisi A juga merekomendasikan kepada Pemda DIY untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan TNI dan Polri serta menggandeng masyarakat untuk berpartisipasi aktif di dalam mewujudkan liburan dan lebaran 2026 yang aman dan selamat.
Ia menambahkan, beberapa kabar baik yang sudah diputuskan bersama diantaranya adalah layanan kesehatan khususnya Puskesmas baik perawatan maupun non-perawatan akan tetap buka melayani masyarakat meskipun statusnya cuti.
“Jadi tetap buka, kita pesan kepada Pemda untuk menjamin juga kesejahteraan dari tenaga medis maupun para medis yang melayani di hari libur dan di hari cuti tadi,” kata Eko.
Baca juga: Kunjungan Wisatawan ke Sleman Saat Libur Lebaran Diproyeksikan Turun
Kemudian berikutnya, kepada pemerintah daerah dimintanya juga untuk selain kita ini melayani masyarakat Jogja, juga melayani pemudik yang dari luar kota Jogja. Pemda DIY juga diajak untuk melayani masyarakat yang pemudik dari Jogja yang meninggalkan tempat tinggalnya.
“Dengan cara apa? Dengan cara membantu pengamanan baik rumah-rumah kontrakan, pos-posan, pondokan yang ada. Caranya bagaimana? Kita harapkan masyarakat juga aktif untuk melaporkan setidaknya kepada kelurahan, pada wilayah masing-masing. ‘Pak saya mau mudik, ini ada rumah yang saya kontrak ini selama 2 minggu dulu tinggal pulang pak”‘. Setidaknya nitip begitu sehingga menjadi atensi dari Pemerintah Daerah,” kata dia.
Yang berikutnya kepada masyarakat pihaknya meminta untuk memperhatikan aspek penanggulangan bencana dalam menyusun perjalanan diantaranya adalah dengan menginstal aplikasi BMKG. Sehingga dalam perencanaan perjalanan baik itu jalan mudik maupun liburan ketempat-tempat wisata itu memperhatikan aspek cuaca, aspek hidrometeorologi, agar sama-sama selamat.
“Yang terakhir pada tim anggaran Pemerintah Daerah untuk dapat memberikan dukungan anggaran yang memadai di dalam rangka mewujudkan kenyamanan dan juga keamanan di libur dan Lebaran pada tahun 2026 ini,” katanya. (den)
