SLEMAN, BERNAS.ID-Dalam rangka menyambut Idul Fitri, Bupati Sleman Hardo Kiswoyo akan mengadakan open house di kediamannya yang berada di wilayah Godean, Minggu (22/3). Selain bersilahturahmi langsung dengan masyarakat, sebagai wujud pelestarian tradisi Jawa yang bernama Ujung saat hari raya.
“Tradisi silahtutahmi ini harus dijaga di tengah perkembangan zaman karena peninggalan leluhur. Tradisi ini hanya ada di Indonesia. Di momen Idul Fitri ini, saya juga mengucapkan Minal Aidzin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin,” tutur Hardo, Kamis (19/3).
Untuk mendukung silahtutahmi masyarakat saat hari raya, Pemkab Sleman juga telah melakukan persiapan perbaikan jalan meski hanya menambal terlebih dahulu. Harapannya, Jalur-jalur utama dan alternatif sudah bagus dilalui masyarakat.
“Sebelum puasa sudah dilakukan perbaikan dari pihak PU. Kami juga berkoordinasi dengan PU Pemda DIY karena luasnya wilayah yang mencakup Sleman. Kami minta ijin dulu jika ingin memperbaiki dahulu,” tutur Hardo.
Bupati Sleman pun memproyeksikan dibukanya jalur tol akan berpengaruh kepada kunjungan wisata seperti libur panjang Nataru yang mampu melebihi Bali.
“Di sisi lain, wisata Sleman akan memiliki kereta gantung di wilayah Prambanan. Kereta gantung ini akan memiliki jalur dari Candi Banyu Nibo ke kawasn Breksi. Jalurnya sepanjang 8 kilometer dengan satu kereta mampu memuat 8 penumpang,” terangnya.
Hardo mengatakan saat ini, perijinannya sedang berproses dengan target dua bulan ke depan harus selesai. Total proyek kereta gantung mencapai sekitar 200 milyar rupiah. Setelah Lebaran, baru akan melakukan paparan ke pihak provinsi. “Tiketnya dijamin terjangkau agar mengungkit kunjungan wisatawan ke Sleman,” katanya.
Merespon proyeksi turunnya kunjungan wisatawan saat Lebaran di Sleman, Hardo kurang sepakat dengan Dinas Pariwisata Sleman karena masyarakat datang ke Sleman karena memang keistimewaan fasilitas dan objek wisata yang ada di Yogyakarta, khususnya Sleman. Untuk itu, kesiapan objek wisata, keramah-tamahan, dan pelayanan di pusat-pusat kuliner menjadi kunci.
“Untuk masyarakat yang akan bersilahturahmi dan berwisata di Sleman untuk menaati rambu-rambu lalu-lintas. Kendaraan harus sehat dan layak jalan. Kewaspadaan juga harus ditingkatkan saat berkendara,” pungkasnya. (jat)
