YOGYAKARTA, BERNAS.ID — DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Jogja berhasil menggelar Musyawarah Cabang (Muscab), di Hotel Museum Batik, Kota Jogja, Sabtu (4/4/2026). Muscab ini merupakan kali pertama sejak PKB berhasil “pecah telur” dengan memiliki dua kursi di DPRD Kota Jogja, melalui pemilu 2024, lalu.
Dua legislator PKB itu adalah Solihul Hadi dan Eko Djoko Widiyatno. Keduanya itulah yang saat ini menjadi kandidat calon ketua DPC PKB Kota Jogja untuk lima tahun mendatang.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mekanisme pemilihan kali ini tak lagi mengandalkan pemungutan suara di tingkat kemantren. DPP PKB memilih jalan uji kelayakan dan kompetensi (UKK) untuk menjaring figur yang benar-benar profesional.
Baca Juga : Memotivasi Peserta Didik, PKBM Reksonegaran Gelar Kunjungan Edukatif ke Royal Darmo Malioboro Hotel
“Dengan sistem sentralisasi diberlakukan serentak se-Indonesia. Tujuannya jelas, menghindari konflik internal dan intrik yang berlebihan di bawah. Kami ingin proses ini objektif, bukan berdasarkan like and dislike,” ujar Ketua DPC PKB Kota Jogja, Solihul Hadi.
Langkah progresif diambil dengan melibatkan akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai tim penguji. Keterlibatan pihak luar ini dimaksudkan agar penilaian terhadap aspek psikologis, mentalitas, hingga wawasan ideologi kepartaian para calon dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Solihul menegaskan, siapa pun yang nantinya mendapat restu dari Ketua Umum Gus Muhaimin Iskandar, tugas berat telah menanti. Target utamanya adalah mengakhiri masa paceklik kursi di parlemen Kota Jogja yang sudah berlangsung selama dua dekade.
“Target kami di 2029 atau 2031 nanti adalah satu fraksi. Kami sudah melakukan mapping data secara faktual. Modal kami besar, terutama di dapil-dapil yang selama ini merupakan basis suara kultural dan ideologis murni,” lanjutnya.
Senada dengan Solihul, Djoko menyatakan kesiapannya untuk tegak lurus terhadap keputusan pusat. Ia menilai, sinkronisasi visi antara pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam menggaet konstituen di Kota Yogyakarta.
“Kami tidak sedang bertanding, tapi bersinergi. Pemetaan di Dapil 1 hingga Dapil 5 sudah kami lakukan. Fokus kami adalah bagaimana PKB bisa kembali memberikan kemaslahatan nyata bagi masyarakat Kota Jogja melalui penambahan kursi di legislatif,” tegas Djoko.
Baca Juga : PDIP Soroti Maraknya Tramadol di Tanah Abang, Polisi Diminta Bertindak Tegas
Proses seleksi selanjutnya akan bergeser ke Jakarta untuk tahap uji kompetensi final. Pengumuman resmi mengenai siapa yang akan menahkodai DPC PKB Kota Jogja diprediksi akan keluar dalam kurun waktu satu bulan ke depan.
Sinergis Antara PKB dan PCNU
Dalam kesempatan yang sama Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Kota Jogja Ahmad Zubaidi mengaku bergembira saat ini sudah lahir dua perwakilan PKB di DPRD Kota Jogja. Pun, ia mengamini target politik satu fraksi pada pemilu 2029.
“Kami mendukung upaya untuk mencapai target satu fraksi PKB,” ucapnya.
Zubaidi mewanti wanti agar hubungan antara PKB dan PCNU Kota Jogja terus berjalan baik. “Alhamdulillah, sejauh ini PKB dapat bersinergi dengan PCNU Kota Jogja meskipun secara kelembagaan sebagai ormas dan bukanlah organisasi politik,” terangnya.
Termasuk kepengurusan DPC PKB Kota Jogja dibawah Solihul Hadi mampu mengubah relasi antara PKB dan PCNU berjalan sinergis.
“Sudah sangat sinergis, sangat baik. Jadi tidak alergi antara NU dengan PKB khususnya di Kota Jogja, berbeda dengan yang sebelum- sebelumnya. Apalagi muscab juga dihadiri Dewan Rois Suriah dan Dewan Tanfidiyah,” tuturnya. (age)
