YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Anik Wahyuni warga Banguntapan, Kabupaten Bantul belum lama ini merasakan betul manfaat kepesertaan dirinya dan keluarga dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Demam yang kerap datang pada sang buah hati ternyata menjadi tanda gangguan pada sendi yang tak Anik sadari.
“Belum lama ini kami merasakan betul manfaat JKN ini. Anak saya waktu itu kondisi emergency, sakit, ada septic arthritis di lutut kanan. Tiba-tiba sakitnya ini, perawatan menggunakan JKN,” kata Anik ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta, Jumat (24/04).
Sebelumnya, buah hatinya kerap mengeluhkan demam, seperti biasa Anik memberikan obat penurun panas. Belum ada kecurigaan pada diri Anik, saat itu ia mengira demam datang karena anaknya terlalu lelah beraktifitas.
“Selama ini demam dan saya beranggapan demam yang terjadi hanya karena dia kelelahan. Saya ya biasa memberi penurun panas. Setiap kali saya beri obat, kadang
demamnya langsung teratasi, kadang masih harus menunggu satu dua hari. Akhirnya saya menganggapnya begitu saja, sudah beres,” kata Anik.
Ternyata demam ini terus berulang. Dalam kurun waktu dua minggu atau satu bulan
demam tersebut terulang kembali. Hingga akhirnya demam tersebut memuncak dan
Anik melarikan anaknya ke layanan IGD. “Saya tidak pernah menyadari bahwa sebenarnya ada sesuatu disana. Akhirnya suatu hari dia demam tinggi sampai 40,3 waktu itu. Tentu saja saya tidak membiarkan demam dengan suhu sebegitu tinggi, saya langsung menghubungi pihak faskes. Kemudian disarankan untuk langsung ke IGD dan kejadiannya sudah malam. Sampai disana, lalu dicek dan memang arahnya 98% kesana (septic arthritis),” kata Anik.
Dari IGD, anaknya langsung mendapatkan penanganan pertama oleh tenaga medis yang bertugas. Penanganan dilanjutkan keesokan harinya hingga dilakukan tindakan operasi. Anik tenang, seluruhnya menggunakan penjaminan JKN.
“Dari situ langsung direncanakan untuk segera tindakan. Malam jam 11 masuk ke IGD dan keesokan harinya setelah melewati berbagai proses akhirnya jam 3 sore dilakukan tindakan operasi,” kata Anik.
Selama memanfaatkan kepesertaan JKN, Anik merasakan kemudahan dan layanan
yang baik dari fasilitas kesehatan. Bahkan ia mengaku, tidak ada tambahan biaya apa
pun yang dikenakan padanya. “Tidak ada ya untuk tambahan biaya. Fotokopi berkas macam-macam juga tidak ada,
sama sekali tidak. Kalau secara pengurusan administrasi saya tidak mendapati kendala. Saat perawatan pun sama, saya merasakan anak saya mendapatkan perawatan yang baik dan semestinya,” kata Anik.
Anik berharap layanan JKN dapat terus berkelanjutan dan manfaatnya dirasakan lebih banyak orang. Baginya kesehatan adalah yang utama, apalagi setelah sakitnya sang buah hati. “Semoga seluruh masyarakat Indonesia bisa merasakan manfaatnya. Kalau orang sudah sakit memang satu-satunya yang ia butuhkan adalah pertolongan menjadi sehat. Semoga pelayanan di seluruh wilayah semakin merata dan baik,” tutupnya. (*)
