Wakil Gubernur Reny A. LamadjidoPalu, Bernas.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan pelayanan rumah sakit daerah tetap berjalan optimal meski aparatur sipil negara (ASN) menerapkan sistem kerja fleksibel work from anywhere (WFA).
Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido mengatakan, sektor kesehatan tidak termasuk dalam pola kerja fleksibel karena merupakan layanan dasar yang wajib diberikan kepada masyarakat.
“Jika pasien sudah datang ke rumah sakit, wajib dilayani. Tidak boleh ditolak,” kata Reny saat konferensi pers usai pelantikan Direktur RS Undata dr.Jumriani, di Kota Palu, Senin (4/5/2026).
Ia menyebutkan, beban layanan kesehatan di Sulawesi Tengah tergolong tinggi. Data mencatat, RS Undata menangani 31.756 kasus, sementara layanan kesehatan di Kota Palu mencapai 29.964 kasus.
Menurut dia, tingginya jumlah pasien tersebut berdampak pada besarnya alokasi anggaran sektor kesehatan. Meski demikian, pemerintah tetap memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat tanpa diskriminasi.
Reny juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait layanan rumah sakit. Ia menekankan pentingnya akurasi informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik.
Kebijakan WFA bagi ASN diatur dalam Surat Edaran Nomor 6 tentang transformasi budaya kerja yang ditandatangani Gubernur Anwar Hafid. Aturan tersebut mengatur pola kerja fleksibel, termasuk kombinasi work from office (WFO) dan WFA.
Namun, pemerintah memberikan pengecualian bagi sektor layanan kesehatan. Rumah sakit daerah dan laboratorium kesehatan tetap diwajibkan beroperasi penuh dengan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Selain itu, layanan kesehatan juga tetap berjalan pada akhir pekan melalui sistem pengaturan shift tenaga medis.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap kebijakan ini dapat memperkuat transformasi budaya kerja ASN tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan.
