Palu, Bernas.id– Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat Sulawesi Tengah menjadi momentum konsolidasi dan penguatan partai menjelang agenda politik 2029. Forum yang digelar di Grand The Sya Palu, Minggu (5/5/2026), berlangsung dinamis dengan semangat memperkuat struktur partai hingga pelayanan kepada masyarakat.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menegaskan Partai Demokrat optimistis kekuatan politik di Sulawesi Tengah akan semakin besar dan kontributif bagi masyarakat.
“Kami meyakini Partai Demokrat di Sulawesi Tengah ke depan akan semakin kuat, semakin berjaya, dan semakin kontributif kepada masyarakat,” ujar Herman Khaeron saat memberikan keterangan kepada media di sela Musda V Demokrat Sulteng.
Menurutnya, semakin besar jumlah kursi legislatif dan kepala daerah yang dimiliki Demokrat, maka semakin besar pula ruang pengabdian partai kepada masyarakat.
Dalam Musda tersebut, Herman menyebut proses penetapan Ketua DPD Demokrat Sulawesi Tengah berlangsung melalui mekanisme aklamasi karena hanya terdapat calon tunggal yang telah memenuhi syarat administrasi dan verifikasi partai.
“Calon yang diusulkan tinggal ditetapkan melalui mekanisme aklamasi dan selanjutnya diajukan kepada Ketua Umum untuk ditetapkan sebagai Ketua DPD,” katanya.
Ia menjelaskan, setelah penetapan Ketua DPD, formatur akan segera menyusun struktur kepengurusan partai dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan profesi secara proporsional.
Partai Demokrat, lanjut Herman, juga membuka ruang seluas-luasnya bagi tokoh masyarakat, kalangan muda, perempuan, petani, nelayan, guru, hingga unsur profesional untuk bergabung dan membangun partai bersama.
“Demokrat adalah ruang pengabdian bagi bangsa dan negara. Karena itu kami membuka ruang demokrasi yang lebih besar dan lebih luas,” ujarnya.
Herman menegaskan komposisi kepengurusan partai tetap mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), termasuk keterwakilan perempuan minimal 30 persen sebagaimana diatur dalam undang-undang politik.
“Biasanya kami dorong hingga 35 persen keterwakilan perempuan agar kepengurusan lebih akomodatif,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPD Demokrat Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyebut Musda V Demokrat menjadi titik balik kebangkitan partai di Sulawesi Tengah menuju Pemilu 2029.
Dalam pidatonya, Anwar mendorong transformasi partai berbasis data dan digitalisasi untuk memperkuat mesin politik Demokrat hingga tingkat desa.
“Ke depan kita tidak bisa lagi bekerja tanpa data. Politik modern membutuhkan data yang kuat dan kerja yang terukur,” tegas Anwar.
Musda V Demokrat Sulawesi Tengah turut dihadiri jajaran elite DPP Partai Demokrat, Ketua DPC Demokrat 13 kabupaten/kota, anggota DPRD Demokrat se-Sulawesi Tengah, serta kader dan simpatisan partai.
Forum tersebut sekaligus menjadi ajang konsolidasi internal untuk menyusun kepengurusan baru, program kerja daerah, dan target peningkatan kursi legislatif pada Pemilu 2029.
