HarianBernas.com – Gangguan pada sistem pencernaan makanan dapat disebabkan oleh pola makan yang salah, infeksi bakteri, dan kelainan alat pencernaan. Di antara gangguan-gangguan ini adalah diare, sembelit, tukak lambung, peritonitis, kolik, sampai pada infeksi usus buntu (apendisitis). Berikut ini merupakan gangguan pencernaan yang seringkali kita alami.
1. Diare
Jika kim dari perut mengalir cepat menuju usus, maka defekasi menjadi lebih sering dibarengi feses yang banyak mengandung air. Keadaan inilah yang disebut diare. Pemicu diare bisa dari banyak hal, antara lain ansietas (stres), makanan tertentu yang memiliki jumlah bakteri E. Coli diambang batas, bisa juga organisme perusak yang melukai dinding usus. Diare dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan dehidrasi hingga kematian, karena terlalu banyak membuang garam mineral dari dalam tubuh.
2. Konstipasi (Sembelit)
Konstipasi terjadi apabila kim yang masuk ke usus datang sangat lambat. Efeknya, usus terlalu banyak menyerap air, sehingga feses menjadi kering dan keras. Konstipasi ini bisa disebabkan karena kurang mengkonsumsi makanan atau tumbuhan yang berserat tinggi. Dan terlalu sering mengkonsumsi daging.
3. Tukak Lambung (Ulkus)
Pada dinding lambung yang diselubungi mukus di dalamnya juga terkandung enzim. Apabila pertahanan mukus rusak, enzim pencernaan akan memakan bagian-bagian kecil dari lapisan permukaan lambung. Keadaan seperti inilah yang menyebabkan tukak lambung. Tukak lambung menyebabkan lubang pada dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut. Jumlah besar tukak lambung ini menyebabkan infeksi oleh bakteri tertentu.
Beberapa gangguan lainnya pada sistem pencernaan antara lain sebagai berikut:
1. Peritonitis; merupakan peradangan pada selaput perut (peritonium).
2. Ganguan lain adalah kolik, kolik ialah salah cerna akibat memakan makanan yang merangsang lambung, seperti alkohol dan cabe yang berujung pada rasa nyeri.
3. Produksi HCL (Asan Klorida) yang berlebihan bisa menyebabkan terjadinya gesekan pada dinding lambung dan usus halus, menyebabkan rasa nyeri yang disebut tukak lambung. Gesekan bisa menjadi lebih parah apabila lambung dalam keadaan kosong, keadaan kosong berarti tidak ada yang sedang di cerna. Pada keadaan extreme dan pola makan yang tidak teratur bisa menyebabkan pendarahan pada lambung.
4. Gangguan lainnya pada lambung adalah gastritis, singkatnya gastritis adalah peradangan pada lambung. Dapat juga apendiks yang terinfeksi sehingga terjadi peradangan pula yang disebut apendisitis.
