Bernas.id – Pemerintah Kota Jogja kini tengah menata berbagai kawasan cagar budaya yang ada. Penataan akan terus dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran dengan tetap mempertahankan fungsinya sebagai kawasan lindung.
“Misalnya saja saat ini, penataan difokuskan di Malioboro dan Kotabaru. Tahun berikutnya akan dilanjutkan ke Jalan Sudirman hingga Tugu sebagai 'kaki-kaki' penyangga kawasan sumbu filosofi,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Yogyakarta Edy Muhammad Jumat (6/7/2018).
Penataan kawasan Malioboro sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir dengan merevitalisasi kawasan pedestrian di sisi timur dan barat Jalan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Kawasan yang masih menjadi tujuan utama wisata di Kota Yogyakarta tersebut akan dijadikan sebagai kawasan semi pedestrian.
Pada tahun ini, Pemerintah Kota Yogyakarta dengan menggunakan dana keistimewaan juga mulai melakukan penataan kawasan Kotabaru dengan merevitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Suroto. Penataan akan dilanjutkan di boulevard apabila memperoleh tambahan dana keistimewaan.
Selain kawasan Malioboro dan Kotabaru, masih ada tiga kawasan cagar budaya di Kota Yogyakarta, yaitu Pakualaman, Keraton, dan Kotagede.
Edy menyebut kawasan yang akan segera menjadi target penataan adalah Kotagede dan kemudian menyasar ke Pakualaman.
Walau begitu, penataan di kawasan Kotagede akan lebih banyak dilakukan oleh Pemerintah DIY karena kawasan tersebut berada di dua wilayah, yaitu Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.
“Di Kotagede, Pemerintah Kota Yogyakarta akan melakukan penataan saluran drainase untuk mengatasi genangan saat hujan sedangkan penataan di Pasar Kotagede akan lebih banyak ditangani DIY,” pungkasnya. (Den)
