Bernas.id – Wisata budaya yang selama ini sudah menjadi kekuatan pariwisata di DIY diperkirakan akan semakin diminati wisatawan dari luar negeri. Khususnya wisata budaya yang mengutamakan pengalaman yang bisa dirasakan langsung wisatawan.
?Ada tren terbaru dari wisatawan mancanegara yang datang ke DIY. Mereka semakin menyukai wisata yang bisa memberikan mereka pengalaman baru dengan mengetahui dan terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat sehari-hari,? kata Ketua Association of Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY Sudiyanto, Kamis (8/11/2018).
Keterlibatan wisatawan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang bisa ditawarkan dalam sebuah paket wisata di antaranya, pengalaman menanam padi, memetik teh atau kopi dan kemudian memprosesnya menjadi minuman yang bisa dinikmati.
?Jenis wisata seperti itu sekarang sedang menjadi tren di kalangan wisatawan mancanegara sehingga perlu terus dikembangkan,? terangnya.
Wisata budaya yang mengutamakan pengalaman tersebut perlu terus diolah dan disempurnakan sehingga jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke DIY akan semakin meningkat.
?Apalagi, Indonesia menerima penghargaan dari Lonely Planet sebagai 10 besar negara yang direkomendasikan untuk dikunjungi pada 2019. Ini adalah anugerah sekaligus tantangan,? imbuhnya.
Di samping mengembangkan objek wisata budaya yang mengutamakan pengalaman, sejumlah objek wisata budaya yang sudah terkenal seperti Candi Prambanan dan Kraton Yogyakarta juga tetap menjadi tujuan yang tidak akan dilewatkan oleh wisatawan mancanegara.
?Hanya saja, di objek-objek wisata yang menjadi ?highlight? tersebut juga tetap perlu pembenahan. Misalnya fasilitas toilet yang sesuai dengan standar internasional. Ini adalah tantangan yang harus bisa dijawab dengan baik,? tandasnya. (den)
