SLEMAN, BERNAS.ID- Dalam rangka peringatan Hari Bakti Imigrasi ke-69, Kantor Imigrasi Kelas I TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) Yogyakarta mengadakan pelayanan paspor simpatik. Direktur Jenderal Imigrasi, Ronny Sompie memerintahkan secara langsung kepada kepala unit pelaksana teknis di imigrasi untuk merealisasikannya.
Krismono, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DIY mengatakan pelayanan paspor simpatik merupakan pelayanan pembuatan paspor di hari libur. “Pelayanan pembuatan paspor yang dilakukan pada hari libur. Hari ini sudah 50 orang yang mendaftar,” jelasnya di Kantor Imigrasi Kelas I TPI, Sabtu 5 Januari 2019.
Untuk pelayanan paspor simpatik, sementara ini, menurut Krismono baru satu kali dilaksanakan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI. “Nanti akan kami evaluasi kembali, tapi kalau memang banyak pemohon maka akan kami lanjutkan setiap hari libur, misal Sabtu-Minggu atau hari libur nasional,” ujarnya.
Krismono menegaskan pelayanan paspor simpatik ini untuk melayani bagi mereka yang setiap hari rutin bekerja di kantor hari Senin sampai Jumat sehingga bisa memanfaatkan hari libur untuk memanfaatkan pelayanan paspor di kantor Imigrasi. “Yang jelas kami ingin memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat terkait pada pelayanan paspor ini,” imbuhnya.
Ia juga mengabarkan mulai bulan April 2019, imigrasi Yogyakarta akan sudah siap melakukan pelayanan imigrasi di bandara yang baru nanti. “Karena sebentar lagi akan ada bandara internasional di Kulonprogo, dalam waktu yang tidak lama lagi, kami akan datang ke Pak Bupati untuk memohon barangkali nanti disediakan lahan untuk pembangunan imigrasi yang baru,” tuturnya.
Untuk saat ini, Krismono menginformasikan bahwa pendaftaran pelayanan paspor di Kantor Imigrasi Yogyakarta bisa melalui aplikasi perpesanan WhatsApp untuk menghindari penumpukan di nomor 0811-2578-030. Ia juga mengabarkan bahwa dalam waktu dekat, Kakanwil Kemenkumham Yogyakarta akan mendeklarasikan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi sehingga bisa meningkatkan pelayanan di Imigrasi.
Sedangkan, Sonny Sudarsono, Kepala Divisi Keimigrasian pada kantor Kemenkumham DIY akan mengevaluasi keefektifan pelayanan paspor simpatik. “Kami akan mengevaluasi, apakah ini efektif. Artinya jumlahnya cukup. Nggak cuma 1 atau 2 orang yang datang,” katanya.
Menurut Sonny, bila pelayanan paspor simpatik sukses maka akanĀ bisa memecah antrian pemohon di Senin sampai Jumat. “Kalau di beberapa tempat, waktu kami di Ambon, karena di sana ada Car Free Day, kami membuat kayak tenda di alun-alun untuk pelayanan paspor,” ujarnya.
“Kami juga sudah menggunakan aplikasi WhatsApp untuk pendaftaran dan waktu pembuatan paspor yang jelas, yaitu tiga hari paspor jadi setelah melakukan pembayaran,” imbuhnya.
Ia pun meminta kepada media agar memberi masukan bila pelayanan paspor simpatik ini masih ada kekurangan. (jat)
