BANTUL, BERNAS.ID- Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan pengajian menyongsong bulan suci Ramadhan 1440 H bertema “Dengan Iman dan Taqwa Wujudkan WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani) di Kantor Wilayah Kemenkumham”, Jumat pagi 3 Mei 2019.
Kepala Kantor Kemenkumham DIY, Krismono mengatakan bulan Ramadhan menjadi bulan yang penuh berkat dan pahala. Ia juga mengatakan Bulan Ramadhan akan menjadi bulan yang banyak kegiatan, masuk pagi pulang malam. “Siang hari kita menyiapkan untuk buka puasa bersama. Sore hari kita menyiapkan untuk sholat tarawih dan tadarus,” katanya ketika memberikan sambutan Aula Kemenkumham Kanwil Yogyakarta.
Krismono menyebut berdasarkan pengalamannya bahwa banyak juga warga binaan yang tidak tarawih, tapi rajin ketika tarawih sehingga ia menyatakan berpuasa itu bukan dilakukan karena dorongan orang lain, tapi niat yang ikhlas dari hati. “Kami berharap kepada rekan-rekan, ayo manfaatkan bulan Ramadhan ini sebaik-baiknya agar mendapatkan pahala dan pengampunan. Ini harus menjadi motivasi kita bersama. Tujuan hidup adalah surga,” ujarnya.
“Mari kita manfaatkan ini dengan sebaik-baiknya, kita jalankan kewajiban untuk berpuasa,” tambahnya.
Krismono juga mengatakan bahwa Kemenkumham Kanwil Yogyakarta akan mengikuti jam kerja gubernur dan apel pagi dan sore yang rutin dilaksanakan hanya akan dilakukan pada hari Senin ketika bulan Ramadhan.
Sedangkan, dalam ceramahnya, Ustad Suyanto mengatakan tujuan pengajian ini untuk asah, asih, dan asuh. Ia juga mengatakan bahwa dunia ini hanya fana karena kita dulu tidak ada, sekarang ada, dan besok kita tidak ada lagi.
“Dengan forum seperti ini, kita sebaiknya meminta meminta maaf dan segera bertobat. Di dalam semua agama, ada perintah untuk berpuasa sehingga ada pattern universal,” imbuhnya.
Pengurus Pondok Pesantren Nurul Haq Madani ini pun menjelaskan semangat ajaran puasa adalah menahan, seperti menahan segala sesuatu yang akan bisa merugikan sehingga bisa mewujudkan WBK dan WBBM di Kemenkumham. “Berpuasa tidak hanya menahan makan dan minum, tetapi harus menjaga mulut agar tidak menyakiti saudara. Selain itu, berpuasa juga harus keberpihakan kepada yang membutuhkan,” tandasnya. (jat)
