YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Di tengah pandemi covid-19 seperti sekarang ini keberadaan kampung sayur diharapkan bisa menopang kebutuhan pangan warga sekitar. Untuk memastikan produktivitasnya, sejumlah kelompok tani mendapat bantuan bibit dan media tanam.
Pemberian bibit disalurkan kepada 19 kelompok tani yang tersebar di 14 kecamatan di Kota Yogyakarta. Masing-masing diberikan 1 krat yang berisi 400 bibit cabai dan terong, benih sayuran gambas dan labu serta media tanam.
“Ini sebagai stimulan saja, harapannya dengan ini kampung sayur dan lorong sayur bisa lebih produktif. Bantuan juga disesuaikan dengan kebutuhan. Seperti di Bausasran karena keterbatasan lahan kami berikan media tanam wall plant,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto, Jumat (15/5/2020).
Pemberian bibit dan media tanam tersebut sebagai salah satu langkah Pemerintah Kota Yogyakarta dalam melakukan recovery dampak Covid-19 terhadap kampung sayur maupun lorong sayur.
“Ini merupakan langkah recovery supaya kampung sayur dan kelompok sayur tetap bisa bertahan dan produktif,” kata Sugeng.
Sugeng menjelaskan, di awal penetapan masa tanggap darurat Covid-19 produktivitas kampung sayur mengalami penurunan karena banyak para petani kampung sayur yang takut beraktivitas di luar rumah.
“Saat itu banyak tanaman yang kering dan tidak terawat bahkan banyak yang mati karena kurangnya aktivitas berkebun,” jelasnya.
Namun kondisi tersebut kemudian berbalik setelah ada anjuran diperbolehkannya melakukan aktivitas diluar rumah dengan syarat tertentu, maka kegiatan di kampung sayur mulai bergeliat.
“Bahkan saking banyaknya aktivitas di kampung sayur, permintaan bibit dan tanaman di toko tani dan pertanian juga meningkat,” imbuhnya.
Bahkan di tengah pandemi ini banyak bermunculan kelompok tani baru, seperti yang ada di Karangwaru. “Ini yang harus kita dorong terus supaya bisa memenuhi kebutuhan pangan warga sekitar,” jelasnya. (cdr)
