YOGYAKARTA, BERNAS.ID – DPD PKS DIY menggelar lomba kitab kuning, kitab yang selama ini identik dengan kalangan nahdliyyin. Panitia mengaku kegiatan tersebut memang untuk menjalin silaturahmi dengan kalangan NU.
Lomba baca kitab kuning berlangsung di Gedung DPW PKS DIY, Jalan Gambiran Yogyakarta, Minggu (29/11/2020). Humas DPW PKS DIY, Ardianto, mengatakan kegiatan yang rutin diadakan sejak beberapa tahun silam itu merupakan salah satu upaya partainya menjalin silaturahmi dengan kalangan NU.
“Acara ini digelar bersamaan dengan Munas PKS yang kelima di Bandung. Acara lomba ini sebagai salah satu cara menjalin silaturahmi dengan kalangan NU,” kata Ardianto.
Ia menambahkan, lomba membaca kitab kuning kali ini diikuti peserta dari kalangan santri pondok pesantren yang ada di DIY. Total santri yang ikut sebanyak 26 santri dari berbagai pesantren di DIY. Ini terdiri dari 17 laki-laki dan sembilan perempuan.
Wakil Ketua DPW PKS DIY, Agus Mas'udi, mengatakan kegiatan ini diharapkan juga mampu mendorong minat masyarakat belajar di pesantren. Belajar di pesantren menurutnya akan mendapatkan pemahaman keilmuan agama yang baik sehingga tidak terjebak fanatisme golongan.
“Lomba ini sudah digelar yang keempat. Ini seleksi wilayah di DIY, dan nanti finalnya di Jakarta tetapi secara online,” katanya.
Salah satu santri peserta lomba baca kitab kuning, Ihsan Syafiul Umam (18), mengaku sudah terbiasa membaca kitab kuning di pesantren UII. Dengan mengikuti lomba ini ia ingin mendapat pengalaman lebih.
“Sebenarnya iseng saja sih ikut acara lomba ini. Minimal menambah pengalaman. Ya alhamdulilah kalau bisa menang,” katanya.
Juara 1 lomba tingkat DIY ini nantinya akan diikutsertakan pada babak final tingkat pusat di Jakarta tanggal 22 Desember 2020. Pemenang lomba tingkat nasional akan mendapatkan hadiah umrah dan hadiah uang pembinaan. (den)
