YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X, tak membantah wilayahnya belum mencapai target harian tes Covid-19 yang telah ditentukan Kementerian Kesehatan. Bahkan pada pekan terakhir Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di DIY, jumlah harian tes Covid mengalami penurunan.
Meski demikian, Sultan berujar jika mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 22 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Level 4, maka jumlah rata-rata testing dan tracing telah melampaui target yaitu 7.412 spesimen per hari.
“Tapi kalau berdasarkan aturan dari Menteri Kesehatan RI yang menargetkan 10 ribu tes per hari, ya kita masih di bawah,” lanjut Sultan dalam rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan, dilansir dari Jogjaprov.go.id, Kamis (22/07).
Baca juga: Sleman Target 70 Persen Warganya Tervaksin di Akhir Tahun
Dalam hal ini Sultan juga menambahkan bahwa pihaknya masih mengusahakan untuk menurunkan positivity rate (rasio positif) sesuai dengan ketentuan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yaitu dibawah 5 persen. Dirinya mengatakan bahwa saat ini rasio positif kasus Covid di DIY tengah menunjukkan tren penurunan dan berharap akan terus demikian.
“Dan untuk positivity rate di DIY, kita juga masih di atas angka yang ditetapkan WHO, tapi kecenderungannya terus menurun,” ujar Sultan. “Semoga penurunan ini terjadi terus menerus.”
Maka dari itu Sultan berujar bahwa ia berencana untuk mengebut proses testing dan tracing kasus Covid-19 dengan menambah dua alat Polymerase Chain Reaction (PCR) robotik. Dengan demikian, hendaknya target yang diberikan pemerintah dapat tercapai di wilayah DIY.
“Ini untuk mempercepat target yang sudah ditentukan Mendagri RI maupun Menkes RI. Kami sudah ada dua alat, tapi kami merasa masih kurang, sehingga akan menambah dua lagi,” sambungnya.
Baca juga: Mall Jogja Harapkan Tidak Ada Perpanjangan PPKM Lagi
Dalam kesempatan tersebut, Luhut pun mengingatkan pentingnya testing dan tracing dalam penanganan untuk mengandalikan penyebaran virus corona di Indonesia. Luhut juga menginstruksikan untuk melakukan tracing minimal 15 kontak erat setiap satu kasus terkonfirmasi Covid-19.
“Untuk tracing, saya minta kita bisa kejar target minimal 15 kontak erat per satu konfirmasi positif dalam waktu kurang dari 72 jam,” tegas Luhut. “Saya minta kita fokus dulu pada tujuh wilayah aglomerasi dan Bali. Mekanisme yang disusun harus dapat diimplementasi dan dieksekusi secara cepat di lapangan.”
