SLEMAN, BERNAS.ID – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengecam keras peristiwa pembunuhan yang terjadi beruntun dalam waktu kurang dari seminggu. Peristiwa pembunuhan mengakibatkan dua korban melayang.
Selain mengecam, Bupati Sleman meminta polisi segera bergerak cepat dan mengusut tuntas dua kasus tersebut. “Ini jelas-jelas merupakan tindakan yang tidak terpuji dan terkutuk. Saya sangat mengecam keras tindakan keji itu,” jelasnya, Rabu (8/8/2021).
“Saya meminta kepolisian untuk bergerak cepat mengusut tuntas kasus ini,” imbuhnya.
Baca Juga : Inilah Syarat Penerima Bantuan Dampak PPKM bagi Koperasi DIY
Meskipun di tengah pandemi, Kustini meminta masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap keamanan lingkungan sekitar masing-masing. “Jangan sampai diakibatkan fokus pada penanganan Covid-19, kasus kriminalitas di Sleman jadi meningkat. Terutama anak – anak harus selalu mendapatkan pengawalan ketat dari orang tuanya agar terhindar dari tindak kejahatan. Apalagi pembelajaran masih menerapkan sistem belajar daring dari rumah,” jelasnya.
Ditambahkan Kustini, Dalam waktu dekat, pihaknya akan meminta Dinas DP3AP2 Sleman untuk turun ke keluarga korban YP memberikan pendampingan dan dukungan spiritual keluarga korban.
“Dalam posisi seperti ini pasti keluarga korban syok berat. Sehingga kita akan minta dinas terkait untuk memberikan pendampingan. Dan saya berharap pelaku segera ditemukan dan diproses hukum seberat-beratnya,” pungkas Kustini.
Diketahui, dua korban yang diduga kasus pembunuhan tersebut terjadi di Kapanewon Ngemplak dan Kapanewon Kalasan. Untuk di Kapanewon Ngemplak, seorang perempuan berinisial DLP (21) ditemukan terkubur di Padukuhan Ngemplak Asem, Umbulmartani pada Sabtu (24/7/2021). Saat ditemukan perempuan asal Kabupaten Klaten itu hanya mengenakan celana dalam dengan luka di kepala akibat hantaman benda tumpul.
Selang empat hari berikutnya pada Rabu (28/7/2021), seorang remaja berinisial YP (16) ditemukan meninggal oleh ibunya dengan luka di kepala dan perut. Kondisi korban yang masih duduk di bangku SMP itu mengenaskan dengan luka akibat sayatan benda tajam.
Atas dua peristiwa nahas tersebut, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengaku prihatin dan berbelasungkawa untuk kedua keluarga korban. Orang nomor satu di Sleman ini juga secara tegas mengecam tindakan yang tidak berprikemanusiaan tersebut.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, kejadian dua kasus pembunuhan tersebut tidak diketahui oleh masyarakat sekitar. Hal ini tentu menjadi perhatian serius mengingat selama pandemi Covid-19, pengetatan, pengawasan dan patroli telah dilakukan dari tingkat padukuhan hingga Kabupaten sudah dilakukan guna meminimalisir mobilitas masyarakat. (jat)
