SLEMAN, BERNAS.ID – Pilihan lurah (Pilur) secara e-voting berjalan dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat sesuai standar operasional prosedur (SOP). Pemantauan prokes dilakukan secara sampling di 5 Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Lima TPS yang dikunjungi tim pertama, yaitu TPS 14 Gondanglegi Sariharjo Ngaglik, TPS 50 Gejayan, Caturtunggal Depok, TPS 43 Manisrejo, Maguwoharjo, Depok, TPS 6 Gangsiran, Madurejp, Prambanan serta TPS 23 Jetak, Sendangtirto, Berbah.
Lima TPS yang dikunjungi tim kedua, yaitu TPS 22 di Sendangadi Mlati, TPS 24 Margomulyo Seyegan, TPS 12 Sumbersari, TPS 14 Sendangagung Minggir dan TPS 8 Banyurejo Tempel.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan berdasarkan hasil tinjuan, pilurah berjalan dengan lancar dengan penerapan protokol kesehatan sesuai dengan SOP. Ia pun menyampaikan pilurah e-voting di 33 kalurahan di Kabupaten Sleman memiliki keunggulan hasil keluar dengan lebih cepat, akurat dan transparan.
“Pemilih hanya membutuhkan waktu 2 sampai 5 menit sudah selesa, sehingga ini tentu juga tidak menimbulkan kerumunan,” tuturnya, Minggu (31/10/2021).
“Saya berpesan siapapun lurah yang terpilih dalam pilurah ini agar dapat diterima oleh semua masyarakat. Siapapun yang terpilih adalah pilihan rakyat, tetap Bersatu untuk bersama-sama membangun kalurahan,” imbuhnya.
Baca Juga 7 Calon Lurah Gagal Pilur? Belum Ada Surat Keputusan Resmi dari Pemkab Sleman
Diketahui, pilihan lurah tahun 2021 diikuti 104 calon lurah dari 33 kalurahan dengan jumlah pemilih 322.433 yang tersebar di 871 TPS.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan tingkat partisipasi masyarakat Sleman cukup tinggi. Sampai pukul 12 siang, rata-rata jumlah pemilih yang berpartisipasi sudah mencapai angka 70 persen. “Kami optimis target partisipasi masyarakat tercapai sehingga tidak ada penambahan waktu,” ujarnya.
Danang berharap ke depannya, metode e-voting ini dapat diterapkan dalam pemilihan umum lainnya, seperti pemilihan calon legislatif, dan lainnya.
Salah satu lansia di TPS 43 Manisrejo, Bapak Nandar di Maguwoharjo, Depok mengakui kurang mengikuti perkembangan teknologi, tapi baginya penggunaan metode e-voting sangat mudah hanya menyentuh layar monitor sesuai gambar calon lurah pilihan.
“Kalau sekarang enak tinggal milih di layar. Kalaupun kesulitan petugas juga siap membantu,” tukasnya. (jat)
