SLEMAN, BERNAS.ID – Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSLBU) menggelar vaksinasi massal dan membagikan paket sembako di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial, Kemensos, Kamis (4/11/2021). Kegiatan tersebut menjadi rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) TJSLBU ke-3 Tahun 2021.
Vaksinasi menarget 1300 warga Kalasan dan Ngemplak, Sleman. Sedangkan, 3500 paket sembako akan didistribusikan ke beberapa tempat seperti di wilayah Turi Sleman.
Ketua Forum TJSLBU, GKR Mangkubumi mengatakan kegiatan vaksinasi massal merupakan bentuk kepedulian bersama untuk tetap menjaga kesehatan. “Kita tidak hanya hadir untuk menjaga kesehatan masyarakat di wilayah Yogyakarta, tapi kita juga berbagi untuk kepedulian sesama selama pandemi yang mengalami banyak kendala dan kebutuhan dalam bentuk sembako,” tuturnya, Kamis (4/11/2021).
Baca Juga Atasi Kemiskinan, Perguruan Tinggi di Jogja akan Ditemukan dengan Forum CSR DIY
Ia pun mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dari banyak perusahaan. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada beberapa perusahaan yang mendukung kegiatan ini. Saya juga mengingatkan agar selama kegiatan, benar-benar menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” ucapnya.
Ketua Satgas Perang Melawan Pandemi Kadin Indonesia, Yosef Pangalila mengatakan Kadin Indonesia memiliki dua program utama, perang melawan pandemi dan perang ekonomi. “Prioritas kami, bagaimana memulihkan kesehatan dan membangkitkan ekonomi sehingga terwujud keadilan sosial,” ujarnya.
“Inilah program yang kita selenggarakan saat ini, membantu Pemerintah untuk melakukan percepatan vaksinasi di seluruh Indonesia sehingga tercapai herd imunity,” imbuhnya.
Baca Juga Kemendes PDTT Serahkan Bantuan CSR
Yosef mengatakan tujuan percepatan vaksinasi agar masyarakat Indonesia lebih siap hidup berdampingan dengan pandemi. Untuk itu, Kadin Indonesia menggelar program vaksinasi di berbagai daerah dalam bentuk sentra vaksinasi dan mobil vaksinasi untuk menjemput warga di daerah pinggiran.
Ketua Dewan Penasehat Forum TJSLBU, Sri Sultan Hamengku Buwana X mengatakan CSR perusahaan, jangan hanya menjadi pengelabuhan citra perusahaan. Namun, rencana aksinya benar-benar bisa terintegrasi sehingga menjadi energi dan sinergi dalam penanganan kesejahteraan sosial.
Ia juga berharap dengan terbentuknya kepengurusan baru TJSLBU nanti akan menjadi langkah restrukturisasi itu sendiri sebagai titik awal perubahan struktur organisasi yang berpostur ramping agar bergerak lincah dan mengalokasi sumber daya secara maksimal.
“Selain itu, pengurus baru juga mampu memposisikan Forum CSR sebagai pionir aktor perubahan dalam mengajak mitra badan usaha untuk bangkit dari keterpurukan karena terdampak Pandemi Covid-19,” tukasnya. (jat)
