BERNAS. ID– Kesuksesan Chelsea merengkuh gelar liga Champions musim 2020/ 21 lalu tak bisa dilepaskan dari penampilan gemilang pemain asal Jerman, Kai Havertz.
Bagaimana tidak, pemaian versatile atau pemain serba bisa yang mampu bermain di sejumlah posisi itu, sukses mencetak satu satunya gol di final, dan memaksa Manchester City mengubur asa juara Liga Champions untuk pertama kalinya.
Baca juga: Romelu Lukaku, Prestasi dan Perjalanan Karir Bomber The Blues
Bagaimana karir sepak bola Kai Havertz, pemain yang punya julukan Alleskoenner rekrutan Chelsea dari Bayer Leverkusen. Simak ulasan perjalanan karir Kai Havertz berikut ini.
Daftar Isi :
- Tentang Kai Havertz
- Mengawali Karir di Alemania Mariadorf
- Menempa Diri di Akademi Bayern Leverkusen
- Rekor Pemain Termuda Bundesliga
- Chelsea Sebagai Tujuannya
- Level International Kai Havertz di Timnas Jerman
- Rentetan Karir Sepak Bola Kai Havertz
Tentang Kai Havertz
Nama Lengkap : Kai Lukas Havertz
Tempat Lahir : Aachen, Jerman
Tanggal Lahir : 11 Juni 1999
Nama Pasangan : Sophia Webers
Kebangsaan : Jerman
Agama : Kristen
Klub Saat Ini: Chelsea
Nomor Punggung dan Posisi Bermain : – 29 Gelandang Serang
Tinggi Badan : 189 cm
Nama Instagram: @havertzfc
Baca juga: N'golo Kante, Gelandang Pekerja Keras Chelsea yang Rendah Hati
Mengawali Karir di Alemania Mariadorf
Memiliki nama asli Kai Lukas Havertz, ia merupakan pesepak bola kelahiran Aachen, Jerman pada 28 pada 11 Juni 1999 silam. Aachen sendiri merupakan kota kecil di negara bagian Rhine Westphalia yang terletak di bagian paling barat dari negara Jerman. Bisa dikatakan, kota Aachen berbatasan langsung dengan dua negara, yaitu Belanda dan Belgia.
Sebelum memulai debut professional sebagai pemain Bayern Leverkusen, ia terlebih dahulu meniti karir di akademi sepak bola Alemania Mariadorf pada 2003. Selang tujuh tahun, ia kemudian pindah ke Alemannia Aachen pada 2009.
Baca juga: Hakim Ziyech, Si Raja Assist Ajax yang Kini Bermain di Chelsea
Kai Havertz Menempa Diri di Akademi Bayern Leverkusen
Hingga tepat usianya 11 tahun, Kai Havertz direkrut Bayer Leverkusen pada 2010, untuk menimba ilmu di akademi mereka.
Di akademi klub berjuluk Dei Werkself, Kai Harvertz masuk di skuad muda U-17, dan bermain cukup bagus di ajang Bundesliga U-17 wilayah barat pada 2013/ 14.
Enam tahun di akademi tim muda Bayer Leverkusen, Kai Havertz ditarik masuk ke tim utama pada musim kompetisi 2016/ 17. Kai Havertz melakukan debut kompetitif pertamanya bersama tim senior pada 15 Oktober 2016, saat Leverkusen jumpa dengan Werder Bremen di Bundesliga.
Tercatat, Kai Havertz dalam debutnya tersebut masih berusia 17 tahun 126 hari. Meski masih muda, Kai Havertz mampu membuka keran gol pertamanya di Bundesliga untuk Bayer Leverkusen dalam pertandingan kontra VFL Wolfsburg pada April 2017.
Baca juga: Profil De Bruyne, Sosok Playmaker Berbakat Manchester City
Rekor Pemain Termuda Bundesliga
Berkat gol itu, Havertz menjadi debutan termuda sepanjang sejarah klub di Bundesliga Jerman. Tahun ke tahun penampilan Kai Havertz semakin matang.
Penampilan impresif yang ditujukan Kai Havertz salah satunya berhasil membantu Bayer Leverkusen melangkah hingga ke putaran final DFB-Pokal, meski pada akhirnya harus kalah dari Bayern Munchen 2-4.
Bukan hanya itu saja, Kai Havertz juga mematahkan rekor sebagai pemain termuda yang sudah tampil 100 kali di ajang Bundesliga Jerman, saat usianya baru 20 tahun 186 hari. Adapun sebelumnya, rekor ini dipegang oleh eks bintang RB Leipzig, Timo Werner.
Tak ayal, sang pemain kemudian banyak diburu klub top eropa guna mengisi skuadnya. Nama nama seperti Manchester United, Chelsea, Barcelona, dan Liverpool dikabarkan berlomba lomba menggaetnya kala itu.
Namun pada akhirnya, sang pemain memilih klub London Biru, Chelsea sebagai kelanjutan karir sepak bolanya.
Baca juga: Mason Mount, Playmaker Masa Depan Inggris Jebolan Akademi Chelsea
Chelsea Sebagai Tujuan Kai Havertz
Kedatangan Kai Havertz ke Chelsea diketahui juga sebagai bagian mega transfer perombakan tim era Frank Lampard. Pemain seperti Timo Werner, Hakim Ziyech, Thiago Silva, Ben Chilwell, Thiago Silva, serta Edouard Mendy adalah nama nama yang juga masuk di dalamnya.
Pemain kelahiran Aachen itu kemudian direkrut Chelsea dengan bandrol sebesar 79 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,54 triliun pada 2020/ 21. Kesepakatan tersebut membuat Havertz menjadi pembelian termahal sepanjang sejarah klub mengungguli kiper mereka, Kepa Arrizabalaga.
Chelsea rela merogoh kocek yang lumayan dalam untuk mendapatkan Kai Havertz dengan dalih sang pemain memiliki keunggulan besar.
Selain punya skill yang bagus, ia juga mampu diperankan di banyak posisi, meski bukan posisi idealnya bermain. Hal itulah yang membuat Kai Havertz mendapat julukan Alleskoenner atau si pemain serba bisa.
Saat Chelsea masih dilatih Lampard, Havertz pernah bermain sebagai gelandang dalam formasi 4-3-3. Kemudian, Havertz juga pernah bermain sebagai winger, bahkan sebagai ujung tombak dalam peran false nine juga pernah.
Adapun sejauh ini, di bawah skema pelatih Chelsea saat ini, Thomas Tuchel, Kai Havertz lebih banyak dimainkan di posisi aslinya yaitu gelandang serang. Meski demikian, ia juga sempat bermain sebagai penyerang dalam peran false nine juga.
Baca juga:
Level International Kai Havertz di Timnas Jerman
Performa apik Kai Havertz bersama klub, kemudian membuatnya dipanggil tim senior Jerman di tahun 2018. Kai Havertz melakukan debut seniornya untuk Jerman pada pada 9 September 2018 saat Timnas Jerman menghadapi Peru yang berakhir dengan skor 2-1.
Jika ditotal, pemain bertinggi 189 cm tersebut telah membela Timnas Jerman dalam 23 pertandingan. Dari penampilannya tersebut, eks bintang Bayer Leverkusen tersebut berhasil mencetak 8 gol.
Dengan usia yang masih muda seta bakat besar yang ia miliki, Kai Havertz tentu saja masih berkesempatan menambah jumlah pundi pundi golnya bersama Timnas Jerman. Kai Havertz pun disebut bakal menjadi bintang masa depan timnas Jerman.
Baca juga: Marcus Rashford, Pemain Bintang Masa Depan Manchester United
Rentetan Karir Sepak Bola Kai Havertz
Karier klub:
Junior
2003-2009 – Alemania Mariadorf
2009-2010 – Alemania Aachen
2010-2016 – Bayer Leverkusen
Senior
2016-2020 – Bayer Leverkusen
2020-sekarang – Chelsea
Karier timnas:
2018-sekarang – Jerman
Baca juga: Profil Sadio Mane, Seorang Anak Imam Masjid
