YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di 27 Rumah Sakit (RS) rujukan COVID-19 di DIY mulai merangkak naik, seiring dengan meningkatnya penambahan kasus terkonfirmasi harian. Berdasar data Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, tingkat keterisian RS per Sabtu (5/2/2022) adalah sebesar 11,16 persen.
Dengan kata lain, dari total ketersediaan berjumlah 1.220 tempat tidur, 125 di antaranya tengah digunakan untuk merawat pasien COVID-19. Sedangkan untuk keterisian ruang Intensive Care Unit alias ICU yakni 8,51 persen atau dari ketersediaan sebanyak 141 tempat tidur telah dipakai sedikitnya 12 ruangan.
BOR RS terpantau meningkat signifikan sejak akhir Januari 2022 lalu. Pada 31 Januari, BOR di DIY masih berada di angka 3 persen. Kemudian BOR terus melonjak dari sekitar 7 persen per 2 Februari, 9 persen per 3 Februari, dan 11 persen per 4 Februari atau sehari setelahnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menyatakan pada prinsipnya RS siap untuk meningkatkan kapasitas ruang perawatan bagi pasien COVID-19 seandainya kasus positif terus melonjak. Nantinya, RS pemerintah diminta untuk mengalokasikan 30 persen dari total tempat tidur untuk merawat pasien COVID-19. Sedangkan untuk RS swasta sekitar 20 persen.
“Karena banyak yang OTG (orang tanpa gejala) dan bergejala ringan namun untuk RS nya kalau memang ada tanda-tanda naik kita siapkan kembali, tinggal alih tugas saja,” kata Aji, Minggu (6/2/2022).
Baca juga: Sebagai Percontohan New Normal, DIY Belum Siap
Guna menekan penularan, Pemda DIY tengah membahas kebijakan pengetatan mobilitas masyarakat. Yakni dengan melakukan pemeriksaan di sejumlah titik lokasi. Misalnya stasiun, terminal, dan bandara.
Sedangkan untuk memantau kendaraan pribadi dilakukan pemeriksaan secara acak di kawasan perbatasan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bahwa pelaku perjalanan telah tervaksin COVID-19. Juga memantau kepemilikan dokumen bebas COVID-19 melalui hasil pemeriksaan rapid test antigen maupun PCR. Walau demikian, waktu realisasinya masih dalam pembahasan.
“Ngarsa Dalem (Gubernur DIY) sedang memikirkan bagaimana kita bisa melakukan skrining terhadap orang yang masuk ke DIY. Nanti kita akan cari cara skoringnya. Misalnya di titik-titik masuk di bandara, stasiun, dan perbatasan Jogja-Jawa Tengah,” tambahnya.
Saat ini Pemda DIY menurut dia juga terus melakukan upaya deteksi penularan COVID-19 varian Omicron di wilayahnya. Yakni dengan memeriksa sampel pasien terindikasi Omicron dengan metode PCR PCR SGTF atau S-gene target failure dan Whole Genome Sequencing (WGS).
Baca juga: Pemda DIY Diminta Lebih Serius Terapkan PPKM Mikro
Sejauh ini sudah ada 149 sampel probable Omicron diperiksa namun Aji menyimpulkan bahwa virus varian Omicron belum memasuki DI Yogyakarta.
“Probable Omicron memang tambah terus tapi hasil WGS nya belum menemukan WGS yang positif,” tandas dia. (den)