PURWOREJO, BERNAS.ID – Ombudsman perwakilan Jawa Tengah menyebut bakal memintai keterangan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Telkom terkait padamnya listrik dan gangguan internet saat peristiwa pengepungan aparat di Desa Wadas, Purworejo beberapa hari lalu.
Sebelumnya diketahui listrik padam dan internet mengalami gangguan saat seribuan polisi mengepung Desa Wadas mengawal pengukuran lahan untuk proyek strategis nasional Bendungan Bener, Selasa (8/2/2022). PLN sebelumnya menyebut ada pohon tumbang yang membuat aliran listrik mati.
“Kami akan melakukan komunikasi virtual dengan PLN dan Telkom atas gangguan yang terjadi di Desa Wadas, terlebih saat bersamaan dengan proses pengukuran oleh BPN yang berbuntut kericuhan,” ungkap Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Tengah Siti Farida, Kamis (10/2/2022).
Ia menyebut apa yang dilakukan Ombudsman tak lepas dari monitoring terhadap lembaga yang melakukan pelayanan publik.
Baca juga: Bantah Desa Wadas Mencekam, Mahfud MD: Silakan ke Sana
“Kita ingin dalami apakah disengaja atau tidak, penyebabnya apa, demikian juga dengan Telkom kenapa tiba-tiba sinyal internet tidak stabil bahkan mati. Mungkinkah ada malaadministrasi disini karena menyangkut pelayanan publik,” ujar Siti.
Baca juga: BBWSSO Sebut Bendungan Bener Beri Banyak Manfaat untuk Masyarakat
Sebelumnya, pihak PLN sempat memberikan klarifikasi bila gangguan pemadaman listrik yang terjadi di Wadas sejak Senin hingga Rabu kemarin diakibatkan adanya faktor binatang dan pohon tumbang di lokasi yang sama.
Sebelumnya, Senin malam (7/2/2022) warga Wadas mengalami padam listrik dan juga susah sinyal. Kondisi ini diduga sabotase karena esok harinya polisi mengepung kawasan Desa Wadas untuk mengamankan proses pengukuran lahan BPN terkait proyek Bendungan Bener. (den)
