YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Sejak awal Februari 2022 kasus COVID-19 di DIY kembali naik. Pemda DIY melalui Dinas Sosial DIY membuka Hotel Mutiara 2 di kawasan Malioboro sebagai shelter Isoter COVID-19 sejak Sabtu (12/2/2022) pukul 13.00 WIB.
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos DIY Sigit Alifianto menjelaskan, pada hari pertama, sudah ada 18 warga positif COVID-19 yang bermalam menempati hotel yang tak berpenghuni selama bertahun-tahun itu.
Pada hari keempat, Selasa (15/2/2022) kemarin, hotel itu telah dihuni 71 orang positif dengan rentang usia antara 16 hingga 50 tahun, sehingga masih tersisa 41 kamar yang belum terpakai.
Sigit menerangkan, perubahan hotel menjadi shelter ini karena penuhnya shelter isoter di berbagai titik di DIY. Secara umum dari 10 Isoter dengan kapasitas 855 orang yang telah diaktivasi seluruh DIY, kini telah terisi 431 orang. Dengan demikian 50% Isoter terisi dengan menyisakan daya tampung untuk 424 orang.
“Maka Hotel Mutiara yang rencananya jadi mal UMKM itu harus diubah menjadi tempat isolasi,” kata Sigit.
Ia mengaku pihaknya telah memikirkan matang tentang keberadaan Isoter di kawasan wisata Malioboro. Pemanfaatan Hotel Mutiara 2 menjadi shelter COVID-19 menurut dia tidak berdampak pada kekhawatiran wisatawan Malioboro.
“Kami sudah membuat clean area ada petugas dan kami sampaikan bahwa hotel ini menjadi selter COVID-19. Selain itu masyarakat diimbau untuk tidak berhenti di depan hotel dan diharapkan tetap jalan-jalan menikmati Malioboro,” sambungnya.
Baca juga: Sultan Bakal Ubah Hotel Mutiara Jadi Sentra UMKM
Ia menambahkan, selain itu pasien positif ditempatkan pada jarak aman dengan menempati lantai 2 hingga lantai 7. Tetapi tidak semua kamar bisa ditempati karena beberapa di antaranya butuh perbaikan. Penempatan pun berbeda-beda lantai pada setiap warga yang baru masuk pada hari yang berbeda. Agar pasien yang sudah akan sembuh tetap berjarak dengan yang baru masuk.
Baca juga: DPRD DIY Setuju Hotel Mutiara Jadi Rumah Sakit Darurat COVID-19
Warga positif COVID-19 yang menempati Isoter Hotel Mutiara menurut Sigit tidak hanya warga DIY namun juga luar DIY. Dinsos DIY selaku pihak pengelola Isoter mencatat ada beragam warga luar DIY yang ikut diisolasi di hotel tersebut.
Mulai dari pelaku perjalanan atau wisatawan, warga luar DIY sedang menengok anaknya kuliah di Jogja hingga pelaku perjalanan dinas yang terpaksa harus isolasi karena positif COVID-19. Secara umum Hotel Mutiara disiapkan ketika Isoter di kabupaten kota sudah tidak mampu menampung serta bagi warga luar DIY.
Petugas tenaga kesehatan, dokter serta pendamping psikososial dan petugas administrasi disiapkan setiap shift. Warga yang ingin mengakses pun bisa menghubungi Isoter Hotel Mutiara melalui nomor. Jika tidak memungkinkan untuk berangkat mandiri, bisa dijemput oleh petugas Public Safety Center (PSC) 119 di bawah naungan Dinkes DIY.
Para penghuni Isoter diberi makan selama tiga kali dalam sehari, multivitamin, obat-obatan berkaitan dengan COVID-19 atau sesuai dengan keluhan pasien. Selain itu memperoleh masker, perlengkapan mandi termasuk handuk dan embernya.
“Termasuk mendapatkan air mineral juga diatur,” tambah Sigit.
Sebagai tambahan informasi, Hotel Mutiara 1 (sisi utara) dan Hotel Mutiara 2 (sisi selatan) berada di Jalan Malioboro telah menjadi aset Pemda DIY. Keduanya dibeli menggunakan Dana Keistimewaan sebesar Rp170 miliar pada 2020 silam.
Bangunan ini digadang-gadang bakal menjadi mal khusus bagi UMKM di DIY. Tetapi sebelum digunakan sesuai peruntukannya, Hotel Mutiara 2 lebih dahulu dimanfaatkan sebagai shelter COVID-19 karena kuota Isoter kabupaten kota kini terus menipis. (den)
