SLEMAN, BERNAS.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman mengajak warga untuk berkontribusi dalam pengelolaan sampah rumah tangga (RT). Keaktifan warga Sleman perlu ditingkatkan mengingat TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Piyungan akan ditutup 27 Maret 2022.
Epiphana Kristiyani, Kepala DLH Sleman mengatakan, daur ulang sampah di Kabupaten Sleman masih minim. Ia juga masih menemukan adanya aktivitas pembakaran sampah secara terbuka. “Adanya gas metana yang dihasilkan dari TPA (tempat pembuangan akhir), tidak adanya pemanfaatan lanjut akan berpengaruh terhadap kualitas lingkungan dan perubahan iklim,” tuturnya, dalam Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2022 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (22/3/2022).
Tak dipungkiri sampah menjadi salah satu faktor yang memberikan kontribusi dalam peningkatan emisi gas rumah kaca dan gas metana yang berbahaya bagi lingkungan. Untuk itu, DLH Sleman merasa perlu menggugah kesadaran pengelolaan sampah oleh seluruh lapisan masyarakat.
Epiphana berharap nantinya pengelolaan sampah sendiri oleh warga akan bisa mengatasi berbagai permasalahan yang ditimbulkan oleh sampah di Kabupaten Sleman. Untuk itu, ia menekankan peran serta masyarakat, khususnya di lingkup rumah tangga, untuk lebih aktif berkontribusi dalam pengelolaan sampah.
“Hal itu sesuai turunan dari tema nasional yang digaungkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yaitu Kelola Sampah, Kurangi Emisi, Bangun Proklim,” ujarnya.
Bupati Sleman yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Ekonomi dan Pembangunan, Heru Saptono, berharap penyelenggaraan Peringatan HPSN dapat memupuk kesadaran, kepedulian, serta tanggung jawab seluruh masyarakat Sleman untuk pengelolaan lingkungan dan dampak peningkatan iklim.
Ia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat dan para penggiat lingkungan untuk menekan volumen residu sampah yang tidak memungkinkan untuk diolah lagi. “Mari kita memulai dari lingkup terkecil dengan membangun kebiasaan membawa botol minum pribadi, mengurangi penggunaan sampah plastik, dan memilah sampah organik dan anorganik untuk memudahkan upaya daur ulang sampah,” tukasnya. (jat)
