YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Massa dari Paguyuban Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY) mengelar doa bersama di Jalan Malioboro pada Minggu (8/8/2021) malam. Sebelum acara doa bersama, terlebih dahulu peserta menyalakan lilin dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Acara doa bersama dihadiri 60 peserta yang berasal dari enam agama yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
Koordinator PPMAY, KRT Karyanto Purbo Husudo menjelaskan acara bertajuk Doa untuk Indonesia Bangkit ini digelar sebagai penyemangat bagi seluruh rakyat Indonesia. “Kembali semangat untuk bangkit kembali. Serta negara Indonesia bisa saling koordinasi antara pejabatnya, baik pusat dan daerah dalam menangani wabah virus COVID-19,” jelasnya Senin (9/8/2021).
Ia meneruskan, di samping itu, melalui acara ini PPMAY berharap masyarakat dan pemerintah mendengar jeritan hati para pedagang di kawasan Malioboro. PPKM yang berlangsung sejak 3 Juli 2021 lalu menurutnya telah menurunkan omzet toko-toko di kawasan Malioboro.
“Omzet toko-toko di Malioboro dan A Yani sudah hancur dampak PPKM yang sangat ketat. Sehingga kami susah sekali dan banyak yang tidak sanggup dalam menata usahanya. Sudah ada beberapa toko yang bertumbangan dan memutuskan hubungan kerja dengan stafnya,” ungkapnya sambil berharap ada kelonggaran untuk aktivitas di Malioboro.
Baca juga: Pengusaha Kembali Keluhkan Penutupan Malioboro di Malam Hari
Salah satu pemimpin doa, Sodikin, berharap agar semua masyarakat, khususnya pedagang di Malioboro bisa melewati masa-masa yang sulit ini. Dirinya berharap pemerintah pusat maupun daerah mampu membuat kebijakan yang membawa solusi serta tidak merugikan banyak pihak.
“Kami minta pemerintah kalau buat kebijakan jangan merugikan salah satu pihak. Harus win-win solution. Kami juga berharap PPKM tidak diperpanjang lagi,” ujar Sodikin yang juga juga Ketua 1 PPMAY. (den)
