HarianBernas.com – Berinvestasi memang menjadi sebuah keharusan, apalagi seiring dengan meningkatnya pendapatan kita. Kita semakin menyadari bahwa berinvestasi sebaiknya dimulai sejak dini, sebelum terlambat di hari tua, karena investasi dapat menjaga kehidupan finansial kita di masa depan, dan menariknya investasi dapat dimulai dari nilai yang kecil misalnya hanya dengan uang sebesar Rp 500 ribu. Jadi, kita tidak harus menunggu mendapatkan modal atau income yang besar.
Baca juga: Begini 3 Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan Mudah
Lalu, investasi apa yang bisa dimulai dari nilai yang tidak terlalu besar dan bisa dimulai dari sekarang juga. Jawabannya tentunya adalah investasi melalui Reksa Dana. Investasi ini dapat dijangkau oleh siapa saja, bahkan dengan modal sebesar Rp 500 ribu saja, Anda sudah bisa menjadi investor Reksa Dana. Selain itu, likuiditasnya cukup tinggi dan fleksibel, artinya Anda bisa menarik dana investasi kapan saja.
Lalu apa sebenarnya Reksa Dana, mengapa bisa begitu mudah ya berinvestasi di Reksa Dana?
Reksa Dana dapat diartikan sebagai produk investasi yang berisi kumpulan dana dari banyak investor yang akan dikelola oleh Manajer Investasi untuk ditempatkan pada berbagai instrumen investasi seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang.
Bagi kita semua investasi pada Reksa Dana cukup praktis tentunya, karena kita hanya perlu menaruh sejumlah modal yang dipercayakan kepada profesional untuk membeli dan menjual Efek atau surat berharga seperti saham dan obligasi. Kemudahan ini membuat kita tidak perlu pusing dan memikirkan saham atau obligasi apa yang harus dibeli.
Baca juga: Mengenal Trading Saham dan Cara Jitu Jadi Trader Handal
Selain kemudahannya, Reksa Dana, sebagai salah satu produk investasi memberikan tingkat keamanan, khususnya bila dilihat dari sisi kewajiban disclosure yang diatur oleh Regulator OJK, sehingga diharapkan lebih aman dari unethical practices. Selain itu, aset dan pencatatan Reksa Dana dilakukan secara independen oleh Bank Kustodian. Dengan Reksa Dana, portofolio investasi Anda terdiversifikasi dengan baik atau tersebar pada beberapa Efek atau surat berharga. Keuntungan berinvestasi yang ditawarkan pada Reksa Dana umumnya lebih tinggidibandingkan dengan tabungan atau giro.
Reksa Dana juga menawarkan begitu banyak pilihan untukdisesuaikan dengan tujuan investasi, kebutuhan perencanaan keuangan kita dan tingkat risiko yang dapat kita terima. Berikut ini beberapa jenis Reksa Dana:
- Reksa Dana Pasar Uang
Reksa Dana berbasis instrumen investasi jangka pendek dan likuid seperti deposito berjangka dan Efek bersifat utang (obligasi) dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Investasi tumbuh stabil dan aman, serta memberikan hasil yang optimal dalam jangka pendek. Reksa Dana pasar uang sangat cocok untuk portofolio sangat konservatif
- Reksa Dana Pendapatan Tetap
Reksa Dana ini bertujuan meningkatkan pertumbuhan nilai investasi yang stabil dan optimal melalui penempatan pada Efek bersifat utang (obligasi Pemerintah atau obligasi korporasi) dalam jangka menengah dan panjang serta dengan risiko yang terukur.
- Reksa Dana Campuran
Reksa dana ini bertujuan menghasilkan pertumbuhan nilai investasi, dengan penempatan secara berimbang pada saham dan obligasi.
- Reksa Dana Saham
Adanya reksa dana saham bertujuan memberikan tingkat pertumbuhan nilai investasi yang agresif dalam jangka panjang, dengan penempatan dananya pada saham.
Baca juga: Inilah Jam Buka Bursa Saham di Indonesia
Diantara keempat Reksa Dana diatas, tentunya kita dapat melihat bahwa perbedaannya pada kemana uang kita akan diinvestasikan. Hal ini selanjutnya bermuara pada potensi keuntungan (return) yang berbanding lurus dengan potensi kerugian (resiko). Jadi, semakin tinggi resiko yang ditanggung, semakin besar pula return yang bisa kita dapatkan, demikian juga sebaliknya.
Jenis Reksa Dana apa yang perlu kita ambil, tentunya hal itu kembali bergantung pada profil resiko Anda dan jangka waktu investasi. Misalnya saja, Ari berusia 29 tahun, belum menikah dan sudah bekerja di satu lembaga keuangan. Tentunya Ari memiliki jangka waktu investasi yang panjang di masa karirnya yang terus menanjak. Bagi Ari, investasi pada Reksa Dana Saham mungkin menjadi pilihan utamanya, karena dapat memberikan tingkat pertumbuhan investasi yang tinggi dalam jangka panjang, walaupun nilainya fluktuatif dalam jangka pendek, dalam jangka panjang harga saham cenderung naik, dan kenaikannya relatif tinggi. Resiko yang tinggi, bisa “diminimalisir” dengan jangka waktu investasi yang panjang. Ibaratnya, kalaupun hasil investasi minus untuk tahun ini, selama beberapa tahun ke depan diharapkan return-nya bisa menutupi minus tahun ini. Itulah mengapa investasi pada Reksa Dana sebaiknya dilakukan dalam jangka panjang.
Sementara itu, bagi Anda yang tidak ingin melihat uangnya “naik turun”, misalnya Khaidir dalam waktu dekat (6 bulan ke depan) akan melangsungkan pernikahan. Tabungan untuk persiapan acara pernikahannya itu dapat disimpan pada Reksa Dana Pasar Uang. Selain jangka waktu investasi relatif pendek, risikonya juga rendah. Dengan berinvestasi pada Reksa Dana tersebut, Khaidir dapat menerima pertumbuhan nilai investasi secara stabil, dan sekaligus meminimalisir kemungkinan uang berkurang dalam jangka pendek.
Baca juga: 7 Cara Main Saham Bagi Investor Pemula dengan Mudah
Dengan ulasan diatas, tentunya kita sudah dapat segera berinvestasi dan memilih Reksa Dana yang sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko. Happy Investing with Majoris Asset Management.
