HarianBernas.com – Semut merupakan jenis insekta (serangga) yang termasuk dalam suku family formicidae. Semut bisa hidup hampir di semua daratan bumi. Semut memiliki kemiripan dengan cara hidup lebah, yaitu berkoloni.
Semut di dalam koloninya berbagi tugas dengan rapi satu sama lain. Semut terbagi menjadi semut pejantan, semut ratu, dan semut pekerja. Semut pejantan dan semut ratu bertanggung jawab untuk reproduksi. Semut ratu adalah semut betina yang subur, jumlahnya satu atau dua saja dalam sebuah koloni. Semut jantan yang subur disebut ?drone.? Semut pekerja adalah semut yang tidak subur atau steril.
Semut, meskipun tubuhnya kecil, tetapi semut termasuk salah satu hewan terkuat di dunia. Semut jantan mampu menopang beban dengan berat lima puluh kali berat badannya sendiri. Bisa dibayangkan dibandingkan manusia dan gajah yang hanya mampu menopang beban dengan berat dua kali berat badannya sendiri.
Semut sangat menyukai makanan yang mengandung gula. Hal ini menyebabkan semut dijadikan salah satu peribahasa, yakni ?di mana ada gula di situ ada semut.?
Hampir setiap orang mengenal arti bahasa tersebut. Peribahasa tersebut menggambarkan bahwa di mana mudah mencari pekerjaan, di sana pasti banyak orang datang untuk mengadu nasib. Hal tersebut sering menggambarkan urbanisasi penduduk dari desa ke kota. Di kota dipandang lebih mudah mencari pekerjaan dibandingkan di desa.
Kembali ke soal semut. Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari kehidupan semut. Sedikitnya ada 4 (empat) pelajaran yang dapat dipetik untuk dijadikan pedoman dalam hidup ini.
1. Gotong Rorong
Semut, ketika menyelesaikan pekerjaan selalu saling membantu satu sama lain. Semut selalu membagi pekerjaan dan makanan yang mereka peroleh.
Perilaku sebut tersebut memberikan petunjuk bahwa dalam hidup ini kita harus bergotong royong. Kepeduliannya terhadap sesama semut untuk saling membantu menjadi ciri khas yang bisa kita tiru. Sebesar dan seberat apapun pekerjaan yang dihadapi, semut-semut itu dapat menuntaskannya dengan kebersamaan dan kerja sama (team-work) yang baik.
2. Menabung
Semut sangat rajin mengumpulkan cadangan makanan untuk komunitasnya. Keberadaan mereka di dunia ini tidak menjadi beban bagi mahluk lainnya. Bahkan, kebiasaan para semut ini menabung makanan justru memberi efek manfaat bagi alam. Ternyata, kumpulan makanan yang mereka timbun dapat menyuburkan dan menggemburkan tanah di sekitarnya.
Perilaku semut tersebut memberikan petunjuk bahwa kita harus rajin menabung untuk hari depan. Tabungan yang kita miliki juga bisa digunakan sebagai cadangan ketika ada kebutuhan di luar dugaan.
3. Jiwa sosial
Semut, setiap kali mereka bertemu satu sama lain, mereka pasti terlihat saling menyapa atau bersalaman. Mereka tidak cuek atau acuh tak acuh terhadap sesama semut. Selain itu, mereka juga sangat kompak dalam mengerjakan sesuatu.
Perilaku semut tersebut memberikan petunjuk bahwa kita sebagai manusia harus peduli antar sesama. Kita tidak boleh cuek satu sama lain. Sangat penting memiliki jiwa sosial sehingga memiliki banyak teman.
4. Kebersamaan dan persatuan
Semut, walaupun tidak memiliki pemimpin tetapi memiliki rasa kebersamaan dan persatuan yang luar biasa dalam beraktivitas dan bertahan hidup. Istilahnya adalah “One for All and All for One.”
Perilaku semut tersebut menunjukkan bahwa pentingnya menjaga kebersamaan dan persatuan antar sesama, lebih-lebih pada suatu organisasi. Kebersamaan dan persatuan merupakan kekuatan suatu organisasi. Tanpa kebersamaan dan persatuan, suatu organisasi mudah mengalami perpecahan. Perpecahan suatu organisasi merupakan kemunduran yang dialami oleh organisasi tersebut. Dengan demikian tujuan bersama tidak akan tercapa.
I Gede Astawan @ Penulis Buku Jalan Spiritual Menuju Hidup Bahagia
Email: astawan@undiksha.ac.id
