SLEMAN, BERNAS.ID – Persentase angka kematian akibat Covid-19 Meningkat. Untuk itu, Pemerintah perlu melakukan evaluasi penanganan Covid-19.
Berdasarkan data Satgas Covid-19, angka kematian akibat Covid-19 di Tanah Air meningkat sebesar 2,76 persen pada tanggal 15 Mei 2021. Padahal, per Februari 2021 sebesar 2,75 persen.
Epidemiolog, Riris Andono Ahmad mengimbau ke Pemerintah untuk melakukan evaluasi manajemen pengendalian pandemi, khususnya kasus kematian akibat Covid-19. “Perlu evaluasi manajemen kasus sehingga dapat segera diketahui faktor yang berkontribusi besar terhadap angka kematian akibat Covid-19,” jelasnya, Kamis (20/5/2021).
“Langkah selanjutnya dapat dilakukan perbaikan terhadap faktor penyumbang penyebab kematian tersebut,” imbuhnya.
Baca Juga : Operasi Ketupat Progo 2021 Temukan 6 Pemudik Positif Covid-19
Riris tidak bisa menduga faktor yang membuat angka kematian Covid-19 meningkat. “Penyebab pasti kematian akibat Covid-19 tidak bisa diketahui tanpa adanya audit kematian. Banyak faktor yang bisa mempengaruhi hal tersebut,” ujarnya.
“Bisa terkait akses layanan kesehatan dan bagaimana layanan kesehatan mampu mengelola kasus yang ada saat ini,” tambahnya.
Ia pun menduga barangkali pasien Covid-19 kategori berat dari kalangan sosial ekonomi menengah ke bawah sulit mendapatkan layanan kesehatan. Alhasil, layanan kesehatan menjadi lambat sehingga potensi kematian sangat besar.
“Selanjutnya, terkait sistem rujukan. Sebab, sistem rujukan yanga ada saat ini belum dikondisikan dengan situasi pandemi. Saat ini membutuhkan kecepatan penanganan sehingga memperbesar kemungkinan terjadinya kematian,” katanya.
Riris juga menyoroti adanya varian baru Covid-19 dengan tingkat penularan yang lebih tinggi. “Namun, faktor-faktor mana yang memngaruhi secara nyata di lapangan belum diketahui secara pasti,” katanya.
Namun, Riris mengatakan untuk menekan angka kematian, tidak cukup dengan mengevaluasi manajemen kasus terhadap kematian, tapi masyarakat juga perlu berpartisipasi dengan mengambil bagian dengan displin menjalankan protokol kesehatan. “Masyarakat harus mengurangi mobilitas dan harus tetap menjalankan prokes,” tutupnya. (jat)
