KULON PROGO, HarianBernas.com – Siti Rokhayah, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pasar Wilayah Selatan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memperkirakan total kerugian akibat kebakaran di Pasar Bendungan mencapai Rp 5,376 miliar, Jumat (22/4).
Pihaknya sudah mendata seluruh pedagang Pasar Bendungan mulai dari barang dagangan hingga perkiraan kerugian setiap pedagang.
“Ada sekitar 400 pedagang yang los dan kiosnya terbakar dengan nilai kerugian mencapai Rp5,376 miliar. Total kerugian tersebut belum mencakup kerugian akibat kerusakan bangunan pasar,” jelas Siti.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi, rencananya Dinas Perindustrian Perdagangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag-ESDM) akan merelokasi pedang di di belakang SDN 4 Bendungan di tanah PAG dari timur KUD menyambung ke lapangan belakang SD.
Siti mengatakan sudah tiga hari terakhir, pedagang mulai berjualan kembali. Mereka membangun lapak-lapak sementara di sekitar pasar yang terbakar. Pihaknya sebenarnya telah mengingatkan para pedagang namun tetap tidak bisa terkendali.
“Kegiatan transaksi harus terus berjalan. Pedagang secara inisiatif langsung membangun lapak sendiri. Mereka sudah diarahkan ke tempat lokasi yang ditentukan, tapi mereka nekad berjualan didekat pasar,” katanya.
Yuni Kastoro, Pedagang Pasar Bendungan mengatakan masih banyak pedagang yang los maupun kiosnya terbakar yang belum mendapat tempat untuk mendirikan lapak darurat.
Menurut Yuni Kastoro, dari sekitar 150 pedagang yang los dan kiosnya terbakar, baru sekitar 50 yang mendapat tempat darurat.
“Masih ada seratusan yang belum dapat tempat, mereka masih bingung,” imbuhnya.
Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryati mengharapkan perbankan memberikan dispensasi bagi pedagang yang memiliki kredit. Kebakaran Pasar Bendungan membuat dagangan mereka terbakar dan harus berusaha merintis usaha dari awal.
“Kami berharap perbankan memberikan keringanan kepada pedagang Pasar Bendungan yang menjadi korban kebakaran,” katanya.
