SLEMAN, HarianBernas.com – Sri Purnomo, Bupati Sleman mengharapkan lomba lari sebagai salah satu acara peringatan 1 Abad Kabupaten Sleman harus betul-betul dikerjakan secara profesional dari segala aspek baik dari persiapan sampai pelaksanaan termasuk soal publikasi (25/4/16).
“Harapannya event ini selain sebagai rangkaian hari jadi Sleman ke 100 juga sebagai ajang promosi yang mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung langsung ke Sleman untuk secara langsung menyaksikan event ini,” katanya.
Kurang lebih 2.000 peserta dari 12 negara akan berpartisipasi dalam ajang lomba lari Ultra Marathon 100 kilometer dalam rangka Hari Jadi ke-100 Kabupaten Sleman.
“Meskipun di beberapa daerah lain sudah pernah diselenggarakan lomba lari serupa namun event cukup langka di DIY karena jarak tempuh terjauh yang akan dilalui para pelari adalah sejauh 100 km yang dimulai dari Kantor Bupati Sleman dan berakhir di Tlogo Putri Kaliurang,” kata Ketua KONI Kabupaten Sleman Pramana, Senin.
Menurut dia, lomba lari yang dijadwalkan diadakan 7 hingga 8 Mei ini juga dibuka kelas marathon 50 km, 20 km, 13 km, dan 5 km yang tiap kelasnya terbagi untuk umum dan pelajar.
“Kategori lomba tidak hanya lari 100 kilometer tetapi ada beberapa kategori lainnya di antaranya kategori lomba lari marathon nasional Putra/Putri, lokal DIY, Sleman Putra/Putri. Kemudian juga marathon international Men/Women 100K, 50K, 25K, dan 13K,” katanya.
Ia mengatakan, total hadiah yang dapat diperebutkan dalam perlombaan ini adalah Rp104 juta.
Feri Pribadi, selaku Managing Director Sportindo sebagai EO yang dipercaya KONI Sleman menyelenggarakan acara tersebut mengatakan bahwa peserta yang telah mendaftar 90 persen dari luar DIY. Bahkan lomba lari ini menurutnya mendapat antusias yang sangat besar dari para atlet lari luar negeri.
“Antusiasme peserta baik dalam maupun luar negeri sangat besar. Hal ini dibuktikan dengan para peserta warga negara asing dari 12 negara telah melakukan konfirmasi untuk berpartisipasi dalam event ini,” katanya.
Menurut dia, lomba lari ini bersifat “sport tourism” yang harapannya mampu menyedot animo wisatawan untuk hadir langsung menyaksikan event ini.
