BOROBUDUR, HarianBernas.com — Apa yang sering orang takutkan ketika belajar bahasa asing? Tata bahasa (grammar). Bahasa asing jadi momok karena cara belajarnya sulit.
Hani Sutrisno, pendiri Desa Bahasa (www.desa-bahasa.com) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, meruntuhkan keyakinan keliru tersebut. Ia menetaskan banyak buku belajar bahasa Inggris dengan metode mudah, cepat, dan menyenangkan: hanya menggunakan jari. Judul-judul bukunya Pintar Jari Tenses, Metode “Nyleneh” 20 Menit Dijamin Hafal 16 Tenses, How to Speak English, How to Master Vocabulary for Daily Conversation, dan masih beberapa lagi.
“Metodenya sudah teruji 15.000 orang yang belajar di sini,” ujar praktisi bahasa yang besar sebagai pemandu wisata Candi Borobudur ini kepada HarianBernas.com, Rabu (17/2), saat menerima kunjungan CEO Agromedia Group Hikmat Kurnia, penerbit yang melejitkan buku-bukunya. Kunjungan ini dalam rangka menyiapkan lima judul buku baru yang akan dirilis dalam beberapa bulan ini.
Sukses mendirikan Desa Bahasa tahun 1998, dengan menggratiskan warga sekitar belajar bahasa Inggris, kini ia mengembangkan “pesantren 3 bahasa”: Jawa dan Indonesia (lokal), Jepang dan Mandarin (regional), dan Inggris (internasional). “Bahasa Arab otomatis,” cetusnya.
Pesantren ini, ujarnya, digagas untuk melahirkan santri yang pengusaha. “Target saya melahirkan 200 pengusaha tiap tahun. Setiap santri wajib melahirkan dua pengusaha baru,” gagas Ketua HIPSI (Himpunan Pengusaha Santri Indonesia) Magelang ini.
