Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Sanksi Preventif Raperda KLA Sasar Pelaku Kenakalan Remaja di Kota Jogja

    May 26, 2026

    Anak Cedera Otak, Penanganan Kasus Kecelakaan Disorot

    May 26, 2026

    Kajati Sulteng Lantik Dua Koordinator Baru Kejati

    May 26, 2026

    Sulteng Raih Indeks Kerukunan Umat Beragama Tinggi

    May 26, 2026

    181 Personel Polresta Palu Amankan Salat Iduladha

    May 26, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Dorong Tranformasi Digital, Bank Jakarta Raih Penghargaan Digital Brand

      May 24, 2026

      Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan, Menkeu Purbaya Hadiri Jogja Financial Festival 2026

      May 22, 2026

      Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI

      May 19, 2026

      DIY Jadi Tuan Rumah Pembukaan Seleksi Calon Anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Tahun 2026

      April 30, 2026

      Ninja Xpress Luncurkan Ninja Cross Border: Dari Indonesia ke Dunia

      April 26, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Opini»Apes Tidak Mengenal Senior atau Yunior
    Opini

    Apes Tidak Mengenal Senior atau Yunior

    AA Kunto ABy AA Kunto ADecember 27, 2015Updated:September 26, 2024No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Lusy Laksita
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    Oleh: Lusy Laksita

    Professional MC ? TV Presenter ? Radio Announcer ? Trainer ? Public Speaker

    Managing Director ?Lusy Laksita? Broadcasting School & Partner In Comm

    Pembaca tentunya mengetahui sesuatu yang terjadi beberapa hari kemarin yang membuat heboh dan tak habis habisnya menjadi pembicaraan siapa saja dan di mana saja. Kejadian itu adalah ketika Steve Harvey melakukan kesalahan fatal saat menjadi Pembawa Acara Malam Final dan Pengumuman Miss Universe 2015.

    Kesalahan tersebut terjadi pada saat Steve mengumumkan siapakah yang menjadi Miss Universe 2015, dia menyebut Miss Columbia sebagai Miss Universe 2015 padahal yang benar adalah Miss Philippines. Sontak setelah kejadian tersebut Steve Harvey menjadi topik pembicaraan, termasuk di dunia maya. Banyak yang mengecam, menyalahkan dan bertanya tanya kenapa sebagai orang yang dipilih menjadi Pembawa Acara bergengsi tingkat dunia dia justru membuat kesalahan, kesalahan yang sangat fatal.

    Saat mendengar berita tersebut saya memang sedang mengajar pada sebuah in house training, sehingga berita tersebut saya terima secara sekilas saja. Saya sempat juga berpikir dan bertanya tanya kenapa hal itu bisa terjadi, namun saya tidak sempat membahasnya lebih dalam karena saya harus mengajar. Setelah saya selesai mengajar dan mengikuti beritanya serta menyaksikan videonya, membaca bahasa tubuhnya setelah membuat kesalahan juga saat dia meminta maaf, spontan saya hanya bisa berkata ?Apes tenan si Steve Harvey ini ??

    Kata Apes, kata sifat yang berasal dari bahasa Jawa ini  menurut KBBI artinya adalah celaka, sial, tidak beruntung. Menurut saya kata inilah yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi Steve Harvey saat itu. Saya yakin bahwa sebagai Pembawa Acara yang profesional dengan pengalaman yang banyak, Steve pasti mempersiapkan diri dengan baik dan matang untuk dapat memandu acara yang dipercayakan kepadanya itu, dia pasti tidak main main karena ini adalah bagian dari pertaruhan nama dan integritasnya sebagai seorang Professional MC. Pengalamannya tentu juga membantu dia untuk dapat tampil baik saat menjadi Pembawa Acara saat itu. Lalu apakah grogi? Menurut saya tidak, karena pengumuman itu bukan di awal acara, kalaupun grogi pasti dia dapat mengatasinya.

    Saya mencoba berpikir dan mencari apa penyebab Steve bisa melakukan hal fatal tersebut. Tidak fokus? Bisa juga, mungkin dia terlalu lelah atau ada hal lain yang membuat dia menjadi tidak fokus pada apa yang harus disampaikannya. Bisa juga karena brief yang dia terima membingungkan, ini juga berpengaruh, tetapi saya tidak dapat memastikan juga karena saya tidak tahu persis proses briefing-nya.

    Banyak yang bilang, karena Cue Card-nya atau Kartu Acaranya kurang informatif dan desainnya membingungkan. Bisa juga demikian, saya juga berpendapat bahwa Cue Card juga punya andil, meskipun menurut saya MC bisa ?mengakalinya? supaya lebih mudah memahami Cue Card tersebut. Tentang Cue Card ini akan saya bahas pada rubrik ini, edisi mendatang. Saya sempat berpikir juga, kemungkinan karena Steve terlalu hati hati, khawatir dan berpikir jangan sampai salah menyebutkan, jangan sampai salah. Dan hal ini melekat pada pikiran bawah sadarnya, sehingga yang terjadi justru yang dia khawatirkan. Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan Steve Harvey melakukan hal tersebut?

    Ya itu tadi, sekali lagi menurut saya Steve Harvey memang sedang apes, sedang mendapatkan kondisi yang kurang menguntungkan dengan tanpa harus menyalahkan siapapun dan apapun. Memang betul bahwa seorang Pembawa Acara harus fokus, cermat dan tidak boleh membuat kesalahan, tetapi kalau memang sedang apes mau apa lagi.

    Setelah kejadian yang menimpa Steve Harvey tersebut, kemudian banyak yang bertanya kepada saya dan mengajak berdiskusi tentang hal tersebut, terlebih tentang penyebab kenapa Steve sampai salah sebut nama kontestan yang berhak menyandang gelar. Pendapat saya tetap Steve sedang apes saja. Dan apes ini bisa menimpa siapa saja yang menjadi Pembawa Acara, tanpa melihat lama atau baru sebentar dalam pengalaman menjadi MC.

    Sebagai MC, yang bukan sekedar membacakan atau menyampaikan susunan acara tetapi memimpin acara kita memang tidak boleh tidak fokus, harus benar benar fokus pada acara, mata acara dan pada apa yang harus kita sampaikan. Pembawa Acara atau MC juga tidak boleh tidak mempersiapkan diri dengan baik dan tidak memahami apapun yang ada di dalam acara tersebut. Juga tidak boleh berpikiran negatif terhadap apa yang akan kita lakukan, harus selalu positif dan yakin bahwa kita akan bisa melakukan yang terbaik. Kadang meski semua itu sudah kita kerjakan, ada saja hal lain yang menyebabkan kita membuat kesalahan pada saat kita menjadi Pembawa Acara, misalnya karena orang lain atau hal lain. Seperti pengalaman Steve Harvey tadi, pengalaman banyak, jam terbang tinggi, tetapi karena sedang tidak beruntung maka tetap saja ?kecelakaan? itu terjadi. Karena apa ? Karena apes tidak mengenal senior dan yunior.  

    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    AA Kunto A

    Related Posts

    Ketika Kartini Membuka Jalan, Mengapa Sebagian Lelaki Justru Kehilangan Arah?

    April 22, 2026

    “Pesan Rahasia” Sel Punca: Harapan Baru Terapi Tanpa Operasi

    April 14, 2026

    Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota, Bandung Masih di Persimpangan Jalan

    March 2, 2026

    Ringkasan Kitab Tanwîrul Qulûb

    February 26, 2026

    NiBTM Mendunia: Dokter Alumni FKIK Unismuh Berkolaborasi dengan 25 Ilmuwan

    February 2, 2026

    Kaizen sebagai “Gurunya” Rumah Sakit

    January 10, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Internasional Terbaru

    Google Cloud Security Menggunakan Platform Instruqt untuk Melatih Lebih dari 150 Praktisi tentang AI Agentik pada Google Next 2026

    May 26, 2026

    EMGA memfasilitasi pembiayaan senilai USD 15 juta untuk Asia Alliance Bank dari OeEB

    May 23, 2026
    Berita Nasional Terbaru

    28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Luncurkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa

    May 21, 2026

    Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

    April 13, 2026
    Berita Daerah Terbaru

    Sanksi Preventif Raperda KLA Sasar Pelaku Kenakalan Remaja di Kota Jogja

    May 26, 2026

    Anak Cedera Otak, Penanganan Kasus Kecelakaan Disorot

    May 26, 2026
    BERNAS.id

    Office Address :
    Jakarta
    Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
    Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

    Yogyakarta
    Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
    Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

    Email :
    info@bernas.id
    redaksi@bernas.id

    Advertisement & Placement :
    +62 812-1523-4545

    Link
    • Google News BERNAS.id
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
    BERNAS.id
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.