YOGYAKARTA, BERNAS.ID — Sejumlah massa yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Jogja Raya (FKJR) menggelar deklarasi Pemilu damai di kawasan Tugu Pal Putih pada Sabtu (23/12/2023). Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam mengamankan pesta demokrasi.
Ketua Umum FKJR, Kanjeng Suryo mengatakan, organisasinya terdiri dari tujuh korwil dan lebih dari 5.000 anggota siap melaksanakan dan menjalankan Pemilu damai. Menurutnya masyarakat pun harus ikut serta terlibat untuk menciptakan suasana yang nyaman jelang event lima tahunan itu.
“Kami imbau masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam rangka menciptakan suasana kondusif agar masyarakat yang datang merasa aman dan terlindungi serta Pemilu berjalan dengan lancar,” katanya.
Baca juga: Yogyakarta Deklarasi Pemilu Damai 2024
Massa membentangkan spanduk dan berorasi lebih dari 10 menit. Dalam orasinya FKJR menyebutkan segala potensi konflik yang timbul di masyarakat mesti diredam dan jangan sampai malah jadi membesar.
“Kita tidak melihat terlalu jauh yang penting menjaga agar hal yang tidak diinginkan agar tidak terjadi, kerja sama dengan pemerintah dan TNI Polri yang sudah konsentrasi dalam hal itu,” tegas dia.
Baca juga: Bangun Suasana Aman Dan Damai Dalam Menyongsong Pemilu 2024
Adapun lima poin deklarasi Pemilu damai FKJR yakni menjaga marwah independent, non politik dan non partai, siap menyukseskan Pemilu 2024 secara damai dan santun, untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI, baik saat dan pasca pelaksanaan pemilu tahun 2024.
Mengimbau dan mengajak seluruh elemen masyarakat yang ada di wilayah Jogja khususnya dan seluruh masyarakat Indonesia untuk turut serta menjaga keamanan, ketertiban guna menjaga kondusivitas wilayah Jogja dan seluruh Indonesia.
Mereka menolak segala bentuk paham radikal dan intoleran di masyarakat. Mengimbau kepada seluruh partai politik agar menghindari politik identitas yang dapat membuat polarisasi di masyarakat.
“Serta mendukung penuh upaya pemerintahan DIY dalam netralisasi dan melaksanakan roda pemerintahan untuk menjaga situasi potensi propaganda dan terciptanya suasana kondusif di masyarakat DIY,” tandasnya. (den)
