Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    PERKHAPPI Tegaskan Pentingnya Tata Kelola Pertambangan

    May 21, 2026

    DPRD Soroti Dugaan Perselingkuhan Kasudin, Minta Sanksi Tegas Jika Terbukti

    May 20, 2026

    Enam Bulan Magang di Imigrasi Palu, Peserta Dapat Pengalaman Kerja Nyata

    May 20, 2026

    CV. Citra Sukses Abadi Salurkan CSR Melalui Program JKN

    May 20, 2026

    UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Mewisuda 590 Mahasiswa

    May 20, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI

      May 19, 2026

      DIY Jadi Tuan Rumah Pembukaan Seleksi Calon Anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Tahun 2026

      April 30, 2026

      Ninja Xpress Luncurkan Ninja Cross Border: Dari Indonesia ke Dunia

      April 26, 2026

      XPORIA 2026, Dorong Peran Bank Daerah sebagai Penggerak Ekonomi Ibu Kota

      April 22, 2026

      Bazar XPORIA 2026 Hidupkan Transaksi dan Dongkrak Omzet UMKM

      April 21, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Opini»Pengalaman Penggunaan BPJS Kesehatan pada Pasien Kronis
    Opini

    Pengalaman Penggunaan BPJS Kesehatan pada Pasien Kronis

    dr. Erik Tapan, MHABy dr. Erik Tapan, MHAJune 15, 2024Updated:June 16, 2024No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Pengalaman penggunaan BPJS Kesehatan pada pasien kronis
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    BERNAS.ID – Meskipun tidak sebanyak komplain, tapi info pelayanan pasien BPJS yang positif, sesekali muncul di sosial media. Lumrah jika berita positif kurang diminati sehingga jarang jadi viral. Misalkan saja, ada artis yang berobat ke luar negeri, tapi malah sembuhnya saat diobati dengan BPJS di dalam negeri.

    Begitu pula info seperti di bawah ini,

    “Isteri saya hampir seminggu beberapa kali ke RS Pelni untuk urusan kakinya yang operasi tulang patah dengan BPJS. Selain itu pernah juga operasi varises dan cukup puas koq! Sistemnya mulai rapih, cuma mesti sabar, karena waktu tunggu yang agak lama”.

    Patut kita hargai bersama bahwa semakin hari, BPJS Kesehatan pelayanannya semakin baik.

    Namun disamping pelayanan terhadap pasien akut (termasuk operasi jantung, dll.) BPJS juga melayani pasien kronis, seperti pasien cuci darah, kanker, dll.

    Berikut beberapa komentar terkait layanan BPJS terhadap penyakit yang menduduki tempat ke-4 pembiayaan BPJS tahun 2023, penyakit ginjal. Mudah-mudahan bisa menjadi perhatian kita bersama.

    “Pasien kelas 2 macam kami hanya mengharap kebaikan BPJS. Kadang-kadang obat diberikan tidak sampai sebulan, ya kalau ada duit beli di apotek. Kalau tidak punya duit bermohon kepada Allah.” jelas pasien berinisial Ir. HSR.

    “Obat2 dari RSUD untuk sebulan obatnya tidak cukup. Kita datang RSUD lagi dikomen, pasien BPJS jatahnya seperti itu. Ini rujukan sebulan obat habis…harus berdebat … nasib2”, lanjutnya.

    Padahal sepengetahuan penulis (yang sering digembar-gemborkan), untuk pengobatan pasien BPJS tidak perlu mengeluarkan biaya lagi. Bahkan ada informasi edukasi yg sering muncul di socmed, jika ada RS yg mengatakan obat habis, pasien bisa beli sendiri dan melakukan klaim ke RS langganannya. Nonton ini, https://www.youtube.com/watch?v=AcDTT0sJKms&t=3s

    Ada lagi yang mengeluh, “Saya yang kls 1 juga cuma obat gula aja yang dikasih 1 bln, yang lain nggak dicover, kudu beli dw. Pernah dpt Natrium bicarbonat yg murah aja cuma dikasih buat 1 minggu. Sekarang malah nggak dapat sama sekali. Waktu itu saya pikir apa karena RS-nya tipe B ya?”, ujar Bpk K mengeluh.

    Yang lain, “Sama aja Pasien BPJS gak ada bedanya. Cuma sekarang nggak peduli fotocopy KTP dan BPJS. Itu kalau di RS Negeri, obat dicover 1 bulan penuh. Kalau di RS Swasta, obat dikasih hanya untuk satu minggu, selain itu beli sendiri…..oh 😭😭😭. Kalau lagi nggak megang uang, obat habis terus harus cek Lab bayar 😭😭😭. Begitu kira2 Dokter pasien BPJS 😭😭”, keluh Ibu W.

    Komentar positif dari Pak GS, “Kalau di RS saya selalu dikasih full sebulan. Padahal swasta lho.”

    Komentar positif lainnya dari Mba D, “Alhamdulillah di rumah sakit saya, HD (cuci darah) selalu dapat Epo selesai HD jika Hb di bawah 8. Terus lab ada tiap bulan dan per 3 bulan juga ada lengkap. Alhamdulillah obat2 juga tiap bulan.”

    “Saya pasien BPJS kelas 3, tapi setiap kontrol bulanan dikasih obatnya full buat sebulan.. BTW bukan obat rutin aja yang dikasih tapi obat yang lain. tiap kontrol juga dikasih seperti sirup untuk lambung, sirup untuk batuk, salep anti nyeri, sama obat sesaknya juga tidap bulan pasti dapat”, jelas pasien inisial W.

    Pelayanan di Apotek BPJS

    Info di atas di respons oleh Pak K, “Wah enak donk dapat full. Awal-awal saya suka ke (menyebut nama apotek besar) untuk menebus kurangnya, tapi ternyata sama saja. Sudah antri panjang-panjang, nanti dibilang obatnya habislah, nggak di-coverlah. Males deh ke sana lagi”

    Demikianlah beberapa informasi mengenai pelayanan BPJS baik di rumah sakit maupun di apotek. Pada prinsipnya ada fasyankes (RS, Klinik, Apotek, dll.) yang menjalankan sesuai peraturan BPJS namun ada oknum fasyankes yang tidak menjalankan sepenuhnya apa yang menjadi kewajibannya.

    Banyak terima kasih dan perlu perbaikan

    Penulis kalau bisa mewakili pasien-pasien penyakit kronis mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada BPJS dan fasyankes yang telah mau menerima pasien-pasien berpenyakit kronis yang mana sepengetahuan penulis, tidak ada asuransi kesehatan di Indonesia yang mau melakukannya.

    Namun melihat keluhan yang ada, sebaiknya pihak BPJS bisa membuat suatu sistem (bukan kasus per kasus) sehingga permainan oknum fasyankes dapat diminimalkan.

    Diharapkan pihak BPJS dan jajarannya tidak membuat sistem di mana pasien diminta berkonfrontasi dengan fasyankes, contohnya seperti iklan (yang saya tidak tahu siapa tim kreatifnya dan untuk siapa iklan itu ditujukan, suatu hal yang tidak mungkin dilakukan), kalau obat tidak ada di rumah sakit, pasien bisa menebus sendiri di apotek luar kemudian mengajukan klaim ke rumah sakit.

    Maaf sebelumnya, tapi menurut penulis, apakah ada pasien yang berani melakukannya dan jika melakukannya, apakah Rumah Sakit bersedia menggantinya? Ini kan namanya cari perkara.

    Sebaiknya kalau ada kasus begini, bisa dibuat sistem yang melindungi pasien bukan diminta pasiennya berkonfrontasi dengan fasyankes. Budaya Indonesia belum semaju itu.

    Maju terus BPJS Kesehatan.
    (Penulis: Dr. Erik Tapan, MHA | Pengamat Social Media)

    BPJS Kesehatan
    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    dr. Erik Tapan, MHA

      Dokter Erik Tapan, MHA adalah content creator dan penulis buku-buku kesehatan, antara lain: Penyakit Ginjal Kronis dan Hemodialisis, Penyakit Ginjal dan Hipertensi, Penyakit Degeneratif, Kanker, Antioksidan dan Terapi Komplementer. Lulusan FK UNSRAT Manado. Terkenal dengan Dokter Internet sejak tahun 1996.

      Related Posts

      Ketika Kartini Membuka Jalan, Mengapa Sebagian Lelaki Justru Kehilangan Arah?

      April 22, 2026

      “Pesan Rahasia” Sel Punca: Harapan Baru Terapi Tanpa Operasi

      April 14, 2026

      Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota, Bandung Masih di Persimpangan Jalan

      March 2, 2026

      Ringkasan Kitab Tanwîrul Qulûb

      February 26, 2026

      Dua Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Ketua Dewas dan Direktur Utama BPJS

      February 19, 2026

      NiBTM Mendunia: Dokter Alumni FKIK Unismuh Berkolaborasi dengan 25 Ilmuwan

      February 2, 2026
      Leave A Reply Cancel Reply

      Berita Internasional Terbaru

      Pembiayaan UMKM oleh Jenfi Tembus US$100 Juta di Asia Tenggara

      May 20, 2026

      Muhammadiyah Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia oleh Israel, Serukan Perdamaian Dunia

      May 20, 2026
      Berita Nasional Terbaru

      Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

      April 13, 2026

      Era Yuldi, Imigrasi Raup PNBP Rp10,4 Triliun

      April 2, 2026
      Berita Daerah Terbaru

      Enam Bulan Magang di Imigrasi Palu, Peserta Dapat Pengalaman Kerja Nyata

      May 20, 2026

      CV. Citra Sukses Abadi Salurkan CSR Melalui Program JKN

      May 20, 2026
      BERNAS.id

      Office Address :
      Jakarta
      Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
      Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

      Yogyakarta
      Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
      Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

      Email :
      info@bernas.id
      redaksi@bernas.id

      Advertisement & Placement :
      +62 812-1523-4545

      Link
      • Google News BERNAS.id
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      • Kode Etik
      • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
      BERNAS.id
      Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
      • Google News BERNAS
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.