Yogyakarta, BERNAS.ID – Selasa, 25 Maret 2025 jam 16.00 Wib , Narasa Resto menjadi saksi pada minggu terakhir Ramadhan dengan gelaran acara “Puisi, Kopi, & Musik” yang berlanjut menjadi ajang diskusi yang mengarah pada mengabdi dengan hati untuk negeri. Acara dihadiri oleh berbagai profesi dari Duta Wisata, Dosen, Wartawan, Seniman, Sutradara, PINBAS MUI DIY, BEM, PW MOI, Event Organizer, UMKM Pariwisata Borobudur, Pengacara, Pelatih Sanggar Samurai, dll.
Mengulas terselenggaranya gelaran ini, menurut Bang Tazbir bahwa beliau terinspirasi dari renungan bulan suci. Disaat dunia melambat dengan keheningan ibadah, hanya setengah jam, Bang Tazbir mendapatkan inspirasi mendalam. Ungkapan rasa terpendamnya mengalir terbentuk dalam untaian bait- bait puisi, menginspirasi beliau sebagai ajakan kepada anak negeri untuk mengkaji bahwa kita sering dihadapkan pada jurang antara ilmu yang dipelajari dan realitas yang terjadi. Puisi bertajuk ” Aku Terlanjur”, ” Bau Busuk Nepotisme”, “Negara dan Puasa”, dan “Sanger” yang akan diungkapkan pada acara ini.
Acara dibuka dengan Prelude Of Love sebuah pembuka yang indah dengan sentuhan romantis performance Dr Memet Chairul Slamet. Moderator Devi memandu hadirin untuk menikmati karya dua maestro. ” Bang Tazbir meskipun dulunya pejabat bukan sekedar pengabdi tugas negara, setiap langkah beliau adalah wujud cinta dan kepedulian pada anak negeri. Berkolaborasi dengan Mas Memet yang bukan hanya dosen penciptaan musik di ISI, teruji beliau sosok arsitek harmoni yang menaklukkan project besar di manca negara seperti karya kolosal beliau dengan 1010 pemusik di kota Senju ,Tokyo Jepang. Karya Eksperimentalnya Musik Air, Musik Batu, dan Musik Api menghiasi tanah bumi pertiwi” .
Kolaborasi bait-bait puisi bang Tazbir dengan alunan melodi mas Memet bagai alunan rasa dalam nikmat secangkir kopi Sanger khas Aceh demikian ungkapan moderator. “Kopi sebagai komoditi andalan pertiwi.. wajib kita jadikan sebagai penggerak ekonomi bangsa yang mendunia, Majukan kopi! Makmurkan petani! ” seru bang Tazbir menutup gelaran puisinya.
Iin Aprilia (ketua BEM Universitas Mahakarya Asia) mengungkapkan ” Saya sangat berkesan berkumpul dan mendapat pengalaman berharga belajar, mendengar, melihat kiprah dan pendapat para profesional. Tentunya manajemen waktu, pengalaman berorganisasi, dan jaringan sangat mahal untuk dapat menggali banyak ilmu dari senior-senior “.
Pada sesi diskusi Ir Ilmardani Rince Ramli, MM (Pelukis abstrak karakteristik & Dosen Fak. Sains & Teknologi UWM) menceritakan pengalaman beliau ” Saya merasa punya tanggungjawab moral kepada NKRI berkaitan dengan kemampuan yang Allah berikan kepada saya. Sejak 2001 tentang arah perjalanan NKRI menurut petunjuk leluhur, terkait warna dan konsep untuk melukis dengan surat An-Nur 35 tentang cahaya & budaya. Lukisan berupa petunjuk tersebut sudah dikirimkan ke Istana Negara. Semoga bermanfaat!”.
Usai sesi buka puasa Ketua PINBAS MUI DIY bapak Jumarodin yang sekaligus memberikan amanah dan menyampaikan programnya kepada Bapak Tazbir Abdullah selaku Duta Penasehat Desa Wisata DIY, Dr Memet Chairul Slamet selaku Duta Penasehat Desa Budaya, serta Devi Kusumawardhani SE M.Ak selaku Duta Desa Wisata DIY & PINBAS MUI DIY. “Ajang diskusi ini rupanya tidak hanya menjadi wadah bertukar gagasan, tetapi juga momen refleksi untuk menumbuhkan semangat kontribusi bagi masyarakat sejalan dengan nilai-nilai kebaikan yang diajarkan di bulan suci Ramadhan ” ungkap Muheri. (DEV)

