SLEMAN, BERNAS.ID- Pabrik Garmen PT Primissima menjadi pilihan alternatif untuk menjadi proses produksi sementara bagi PT Mataram Tunggal Garment (MTG) yang mengalami kebakaran pada Rabu (21/5/2025). Pemilihan ini didasarkan karena dinilai memiliki fasilitas sarana-prasarana yang sama.
Pemkab Sleman pun turut memfasilitasi dengan jajaran direksi PT Primissima agar pabrik tekstil yang sudah berhenti beroperasi tersebut bisa digunakan untuk produksi. Penggunaan fasilitas pinjam dari PT Primissima akan berlangsung selama pabrik garmen di Dusun Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman tersebut direnovasi.
Baca Juga Dokter di DIY Gelar Doa Bersama Sikapi Kebijakan Menteri Kesehatan
Diketahui, pada hari yang sama, PT MTG seharusnya akan melakukan pengiriman tiga kontainer bahan jadi siap ekspor. Namun peristiwa kebakaran, membatalkan pengangkutan bahan ekspor tersebut, padahal perusahaan tersebut sedang banyak pesanan ekspor.
Wakil Bupati Danang Maharsa mengatakan Disnaker telah berkomunikasi dengan perusahaan terkait kesepakatan bipartit. Dari hasil pendataan, jumlah karyawan PT MTG sebanyak 1.800-an orang dengan rata-rata usia 18-45 tahun. “Nanti dari dinas akan memberi pendampingan kepada karyawan,” katanya.
Diperkirakan, proses renovasi bangunan pabrik PT MTG pasca kebakaran diperkirakan akan memakan waktu kurang lebih satu tahun. Jika ke depan sampai terjadi PHK, Pemkab Sleman akan memberi pelatihan dan siap memfasilitasi rekrutmen.
Sementara itu, berdasarkan komunikasi bipartit, telah muncul kesepakatan bahwa karyawan dirumahkan tanpa batas dengan pemenuhan hak dan ketentuan karyawan akan disepakati agar tidak ada permasalahan di belakang. (jat)