SLEMAN, BERNAS.ID – Dewan Jamu Indonesia DIY turut berpartisipasi dalam ajang Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2025 yang diselenggarakan di Mustika Yogyakarta Resort & Spa, pada Sabtu (15/11/2025).
Ketua Dewan Jamu Indonesia DIY, Prof. Nyoman Kertia mengatakan, keikutsertaan pihaknya dalam menjaga kultur kesehatan, khususnya di DIY dengan mengajak masyarakat untuk lebih menitikberatkan pengobatan dengan cara ketimuran.
“Jadinya tidak sakit sedikit berobatnya ke barat, karena kedokteran di timur juga tidak kalah bagusnya,” ujarnya disela kegiatan.
Baca Juga : JCWF 2025 Kolaborasi Pelaku Pariwisata dengan Komunitas Lokal
Selain itu, bersama dengan institusi mitra dari Dewan Jamu Indonesia DIY, pihaknya menggelar pameran kesehatan, khususnya minuman herbal atau jamu pada JCWF 2025 di minggu ketiga ini.
“Kami ikut berpartisipasi dengan menggelar pameran bersama institusi-institusi yang selalu bersama kita dalam acara ini,” katanya.
Tidak hanya itu, pada kesempatan yang sama Prof. Nyoman juga menjadi pembicara pada talkshow lintas komunitas tentang spiritual dan kesehatan, serta workshop melukat sukma.
“Kami juga mengisi talkshow dan workshop yang berhubungan dengan spiritual dan kesehatan, sesuai kultur kita sebagai orang timur,” katanya.
Sehingga diharapkan acara ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang datang ke Yogyakarta. “Karena devisa terbesar kan dari wisatawan, terlebih wisata kesehatan seperti ini,” katanya.
Kembali Prof. Nyoman mengingatjan betapa pentingnya menjaga kultur agar tidak hilang ataupun punah. “Kultur itu bukan selalu dengan tarian dan wayang, kultur makanan pun harus dijaga,” katanya.
Karena, sambung Prof. Nyoman, dengan menjaga kultur makanan, turut menjaga kesehatan dalam kesehariannya. Dicontohkan dalam mengatur pola makan dan hidup sehat.
Baca Juga : Dewan Jamu Indonesia DIY Upayakan Pelaku Usaha Jamu Tradisional untuk Bertahan dan Berkembang
“Kebanyakan kita makan junkfood itu tidak sehat, akibatnya sekarang banyak yang meninggal akibat penyakit jantung, stooke, kolesterol. Itulah pentingnya menjaga kultur makanan,” katanya.
Sehingga, kultur makanan tersebut bisa dijaga dalam keseharian sehari-hari, dengan mengkonsumsi makanan sehat. (cdr)
