Yogyakarta, Bernas.id — Menjelang pembukaan rute penerbangan internasional Palu–Guangzhou, China, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu mematangkan persiapan sarana dan prasarana melalui studi tiru ke Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta di Yogyakarta.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari kesiapan operasional menyambut penerbangan langsung dari Bandara Mutiara SIS Al Jufri Palu menuju Guangzhou, China. Rute ini dinilai strategis dalam memperkuat konektivitas internasional Sulawesi Tengah.
Dalam kegiatan itu, jajaran Imigrasi Palu meninjau secara langsung fasilitas pemeriksaan keimigrasian, sistem pendukung operasional, tata kelola area kedatangan dan keberangkatan internasional, serta mekanisme koordinasi antarinstansi di lingkungan bandara.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Muhammad Akmal, mengatakan studi tiru menjadi referensi penting untuk memastikan seluruh aspek pelayanan dan pengawasan keimigrasian berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Setiap sarana dan prasarana memiliki fungsi vital dalam menunjang tugas petugas imigrasi sebagai penjaga pintu gerbang negara. Dengan dukungan fasilitas yang mumpuni, pelaksanaan tugas dapat berjalan optimal, profesional, dan akuntabel,” ujar Akmal dalam keterangan tertulis.
Selain aspek fisik, rombongan juga mempelajari alur pemeriksaan penumpang internasional, baik saat kedatangan maupun keberangkatan. Proses itu meliputi pemeriksaan dokumen perjalanan, pemanfaatan sistem informasi keimigrasian, hingga pola penanganan potensi pelanggaran keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Imigrasi Palu turut melakukan koordinasi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta guna memperkuat sinkronisasi kebijakan teknis dan standar pelayanan.
Pembukaan rute Palu–Guangzhou diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan arus investasi, perdagangan, dan mobilitas masyarakat. Di sisi lain, kesiapan TPI menjadi krusial untuk menjamin kelancaran lalu lintas orang sekaligus menjaga kedaulatan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Imigrasi Palu menegaskan komitmennya untuk menuntaskan seluruh kebutuhan sarana dan prasarana sebelum rute internasional tersebut resmi beroperasi, sehingga pelayanan publik di pintu gerbang internasional dapat berlangsung prima sejak hari pertama pembukaan rute.
