SLEMAN, BERNAS.ID – Menyambut peringatan Hari Jamu Nasional yang jatuh pada tanggal 27 Mei 2026, Dewan Jamu Indonesia DIY berkolaborasi dengan Jogja Husada Sehat menyusun serangkaian kegiatan besar dan beragam.
Kegiatan digelar bertahap mulai hari ini hingga puncaknya pada awal Juni mendatang, sebagai wujud nyata pelestarian sekaligus pengembangan warisan kesehatan leluhur bangsa.
Ketua Panitia Peringatan Hari Jamu 2026, Tazbir Abdullah, menjelaskan bahwa rangkaian acara dibuka dengan kegiatan hari ini, Minggu (10/5/2026) di Sleman City Hall. Di momen awal ini, masyarakat dan para penggiat budaya dikumpulkan dalam suasana akrab dan kental nuansa tradisi.
Baca Juga : Dewan Jamu Indonesia DIY dan DPRD Sinergi Jadikan Jamu Simbol Kesehatan Modern
“Rangkaian ini kami awali hari ini dengan kegiatan minum jamu bersama, dilengkapi sesi presentasi ragam khasiat jamu, serta diskusi mendalam mengenai sejarah, manfaat, dan tantangan pengembangannya. Istimewanya, acara ini juga diramaikan oleh kehadiran Komunitas Berkebaya dan Komunitas Budaya. Kehadiran mereka membuat suasana semakin hidup dan sarat makna budaya,” ungkap Tazbir Abdullah.
Menurutnya, keterlibatan komunitas budaya menjadi kunci agar jamu tidak hanya dipandang sebagai minuman kesehatan semata, tetapi juga sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas dan jati diri budaya Indonesia.
Rangkaian kegiatan selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026, bertempat di Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM) mulai pukul 12.00 WIB. Di lokasi ini, penyelenggara mengangkat tema edukasi dan sosialisasi ke lingkungan akademisi melalui minum jamu bersama.
“Di tanggal 25 Mei nanti di Balairung UGM, kami mengadakan acara minum Jamu Bareng. Kami mengundang seluas-luasnya komunitas, para dosen, civitas akademika, dan berharap Rektor serta jajaran pimpinan UGM dapat hadir. Tujuannya, agar dunia pendidikan turut mengakui, meneliti, dan mendukung keberadaan jamu sebagai aset bangsa yang berharga,” tambahnya.
Puncak rangkaian peringatan atau yang disebut sebagai momen “gong” peringatan Hari Jamu 2026, baru akan digelar pada Minggu, 7 Juni 2026. Lokasi kegiatannya berada di salah satu pabrik jamu ternama di wilayah Kulon Progo.
Baca Juga : Dewan Jamu DIY Gencarkan Promosi: Dari Minuman Tradisional ke Signature Drink Pariwisata
Dalam kegiatan ini, variasi kegiatan jauh lebih beragam dan meriah, mulai dari lokakarya pengolahan jamu, lomba lukis bertema budaya kesehatan, hingga berbagai pameran produk turunan jamu.
“Tanggal 7 Juni adalah puncak segalanya. Di sana ada banyak kegiatan, ada workshop, lomba lukis, dan berbagai perlombaan lain yang menarik. Puncaknya adalah upacara peringatan yang kami rencanakan. Kami akan mengundang tokoh-tokoh kunci: pengusaha jamu, pejabat terkait, hingga perwakilan pemerintah. Harapan kami, mereka yang hadir nanti bisa menjadi penggerak utama, memajukan industri jamu, dan memastikan warisan ini terus lestari dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” tegas Tazbir.
Penyelenggara berharap, melalui rangkaian panjang kegiatan ini, semangat mencintai jamu semakin tumbuh di hati masyarakat. Jamu tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, melainkan menjadi solusi kesehatan masa kini dan masa depan, sekaligus menjadi komoditas ekonomi budaya yang semakin berkembang dan dibanggakan Indonesia. (cdr)
