YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Semangat kebangkitan jamu sebagai warisan budaya dan solusi kesehatan semakin menggelora di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menyongsong peringatan Hari Jamu Nasional 27 Mei 2026, Dewan Jamu Indonesia (DJI) DIY menggelar audiensi strategis dengan DPRD DIY, Jumat (24/4/2026).
Pertemuan ini menandai langkah besar menjadikan jamu bukan sekadar minuman tradisional, melainkan identitas daerah dan motor penggerak ekonomi rakyat.
Ketua Dewan Jamu Indonesia DIY, Nyoman Kertia, menegaskan bahwa jamu harus kembali hadir di ruang publik dengan cara yang membumi dan membanggakan.
Program spektakuler disiapkan mulai dari ngombe jamu bareng ribuan warga, parade pedagang jamu gendong di Malioboro, hingga pesta rakyat yang melibatkan ratusan UMKM.
“Momentum ini kami harapkan bisa menjadikan jamu sebagai identitas sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Prof. Nyoman.
Tidak berhenti di perayaan, Dewan Jamu Indonesia DIY juga mengusulkan kebijakan visioner: jamu sebagai welcome drink resmi di hotel-hotel, serta hadirnya pojok jamu di rumah sakit dan puskesmas.
Langkah ini diyakini akan memperkuat citra jamu sebagai bagian dari pengobatan modern sekaligus memperluas akses masyarakat.
DPRD DIY: Jamu Bukan Lagi Pilihan Kedua
Ketua DPRD DIY, Nuryadi, menyambut gagasan ini dengan penuh antusias. Menurutnya, jamu kini telah naik kelas dan tidak lagi dianggap sebagai alternatif belaka.
“Jamu bukan lagi pilihan kedua. Ini memiliki potensi besar, baik untuk kesehatan maupun ekonomi Yogyakarta,” ungkapnya.
DPRD DIY berkomitmen mendorong sinergi lintas sektor agar pengembangan jamu berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Jamu Wajib Hadir di Setiap Pameran
Penasehat Dewan Jamu Indonesia DIY, Tazbir Abdullah, menambahkan bahwa gerakan ini bukan hanya soal minuman, melainkan gerakan budaya dan ekonomi rakyat.
Ia menekankan pentingnya aturan agar setiap event besar di Yogyakarta wajib menyediakan stan jamu.
“Di stan jamu ada edukasi, ada penjualan, sehingga ekonomi bergerak. Fungsinya luas sekali,” jelas Tazbir.
Baca Juga : Jadikan Sarana Edukasi, Dewan Jamu Indonesia DIY Berkolaborasi dengan Ashram Edupark Kembangkan Tanaman Obat
Dengan dukungan penuh dari DPRD dan seluruh instansi, Yogyakarta diharapkan semakin kokoh sebagai destinasi utama yang identik dengan jamu.
Setiap tamu yang datang akan disambut dengan produk lokal menyehatkan, menjadikan jamu bukan sekadar tradisi, tetapi kebanggaan bangsa.
Gerakan ini bukan hanya perayaan Hari Jamu Nasional, melainkan tonggak sejarah kebangkitan jamu sebagai identitas budaya, solusi kesehatan, dan penggerak ekonomi.
Yogyakarta siap memimpin Indonesia dalam menjadikan jamu sebagai ikon yang mendunia. (cdr)
