Bernas.id ? Kulit memiliki fungsi yang sangat penting bagi manusia. Salah satu kemampuan yang dimiliki oleh kulit adalah merasakan perubahan tekanan saat melakukan kontak fisik. Dengan kemampuan inilah, seseorang bisa tahu apakah dirinya memberikan tekanan yang terlalu besar saat sedang bersalaman atau menggendong bayi.
Robot seperti yang kita ketahui tidak memiliki kulit layaknya manusia. Lantas bagaimana cara robot mengetahui apakah tindakan yang dilakukannya terlalu kasar atau lembut saat diserahi tugas untuk menggantikan manusia? Kulit elektronik ini mungkin adalah jawabannya.
Menurut artikel Live Science, kulit elektronik adalah semacam material tipis dan fleksibel yang dilengkapi dengan beragam sensor supaya bisa meniru fungsi kulit yang sebenarnya. Kendati terlihat canggih, kulit elektronik yang sudah diciptakan manusia masih belum dianggap sebaik kulit manusia sungguhan karena bahan yang digunakan untuk membuat kulit elektronik cenderung lebih lemah dan mudah rusak.
Masalah itulah yang coba diatasi oleh Wei Zhang dan rekan-rekannya. Mereka menciptakan kulit elektronik yang dijahit memakai partikel-partikel perak berukuran kecil. Zhang bahkan berani berkata kalau kulit elektronik yang mereka ciptakan lebih kuat dibandingkan kulit manusia yang asli.
?Jika anda ingin sebuah robot menyentuh bayi atau pasien, seberapa besar tekanan yang bakal diberikan oleh robot?? kata Zhang. ?Itulah sebabnya sensor ini sungguh penting. Untuk membantu robot mengindra kekuatan tekanan yang tepat, dan untuk, anggaplah, mengetahui apakah seorang bayi sedang terkena demam.?
Namun kelebihan kulit elektronik ini masih belum terbatas sampai di sana. Kulit ini juga lebih ramah lingkungan karena bisa dilelehkan dan didaur ulang untuk membuat kulit-kulit elektronik yang baru.
?Mengingat setiap tahunnya di seluruh dunia limbah elektronik kian menggunung, adalah hal yang bagus di kala pengembangan yang kami lakukan bisa membantu menciptakan kulit elektronik yang lebih tahan lama,? papar Zhang, yang kini berencana menggandeng ilmuwan dari bidang kecerdasan buatan dan teknik biomedikal supaya kulit ciptaannya bisa benar-benar dipasang pada robot.
