Bernas.id ? Dunia kedokteran Jepang tengah geger. Pasalnya sepanjang tahun ini, sebanyak 525 orang di negara tersebut dilaporkan terinfeksi bakteri pemakan daging. Jumlah tersebut adalah yang tertinggi sejak tahun 1999. Tokyo menjadi prefektur dengan jumlah pasien tertinggi, di mana 66 orang dilaporkan terjangkit bakteri ini.
Bakteri pemakan daging yang dimaksud di sini adalah Streptococcus pyogenes. Saat terserang bakteri ini, mula-mula pasien akan mengalami gejala-gejala seperti demam dan pembengkakan di bagian tangan serta kakinya.
Jika penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri ini tidak segera ditangani, bakteri tersebut kemudian akan menyebar melalui jaringan otot ke bagian tubuh yang lain. Seorang pasien bisa meninggal dalam hitungan jam ketika organ-organ tubuh vitalnya mengalami gangguan seusai terjangkit bakteri ini.
Penyakit yang disebabkan oleh S. pyogenes memiliki tingkat kematian sebesar 30 persen. Mayoritas pasien diketahui berusia 30 tahun ke atas. Bakteri ini diperkirakan masuk ke dalam tubuh korbannya melalui luka. Namun ada beberapa kasus di mana dokter tidak bisa mengetahui bagaimana bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh korbannya.
Penyakit yang ditimbulkan oleh S. pyogenes sendiri bukanlah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Antibiotik penisilin diketahui bisa membantu menghambat perkembangan penyakit ini. Namun untuk mencegah menyebarnya bakteri hingga terlampau jauh, pengobatan dianjurkan sudah mulai dilakukan saat gejala awal sudah mulai nampak.
?Tanda-tanda dari area yang terinfeksi bakteri nampaknya berasal dari kaki,? kata pakar penyakit menular Ken Kikuchi. ?Kaum lansia harus berhati-hati jika terjadi pembengkakan pada kaki mereka, dan mereka harus segera pergi ke dokter jika pembengkakan terjadi.?
