JAKARTA, BERNAS.ID – Pemerintah Pusat mendatangkan lagi sebanyak 680.100 dosis vaksin AstraZeneca untuk menambah ketersediaan vaksin di Tanah Air. Vaksin AstraZeneca dibeli melalui jalur pembelian langsung dan telah mendarat di Indonesia, Kamis (4/11/2021).
Usman Kansong, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan dengan tibanya vaksin tahap 113 maka saat ini total vaksin dari berbagai merek di Indonesia mencapai 322.309.320 dosis, baik dalam bentuk bulk dan jadi. “Pemerintah terus berusaha memperkuat ketersediaan vaksin untuk memperlancar program vaksinasi nasional yang ditarget segera menjangkau setidaknya 70 persen penduduk Indonesia,” tuturnya, Kamis (4/11/2021).
Baca Juga Forum CSR Vaksinasi Ribuan Warga Ngemplak dan Kalasan Sleman
Lanjut tambahnya, dengan lancarnya kedatangan vaksin, akan membuat upaya percepatan dan perluasan program vaksinasi lebih optimal sehingga kekebalan komunal dapat diraih. “Stok vaksin yang ditambah, diharapkan percepatan dan perluasan vaksinasi bisa tercapai sebelum libur Nataru,” tuturnya.
Ia mengatakan sampai saat ini, kurang lebih 122 juta penduduk Indonesia telah mendapatkan vaksinasi dengan 76 juta telah mendapatkan dosis kedua. “Pemerintah akan terus meningkatkan capaian tersebut hingga ke daerah-daerah, termasuk ke daerah-daerah yang sulit dijangkau. Hal itu, akan sangat terbantu dengan dukungan pemerintah daerah dan setiap elemen masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga Kemenkes Imbau Orangtua Tak Ragu Vaksinasi Anaknya Usia 6-11 Tahun
Antisipasi lonjakan mobilitas menjelang libur Natal dan Tahun Baru, Usman mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan dan tetap memperketat protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Saat ini, diupayakan untuk menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.
“Sebisa mungkin menahan diri, masyarakat tidak bepergian dulu, tidak mudik, tidak berlibur di Natal dan Tahun Baru. Kalau pun terpaksa, tetap jaga prokes,” tukasnya. (jat)
