Bernas.id – Di saat gencarnya pemberitaan tentang Menteri Pertahanan Gatot Nurmantyo yang ditolak masuk ke negara Paman Sam padahal Jendral kharismatik ini diundang secara resmi oleh pemerintah Amerika Serikat.
Tragis memang di saat keberangkatan sudah di depan mata, kehadirannya justru ditolak dengan alasan yang kurang pasti. Dengan jiwa kesatria sang komandan ini menerangkan duduk persoalannya dengan lantang tanpa raut wajah yang kecewa, walaupun hatinya kecewa atas perlakuan tersebut.
Jendral bintang empat ini dikenal bersahaja dan dekat dengan rakyat, tutur katanya yang lembut namun tegas mampu membuat kawan ataupun lawan politiknya angkat topi. Terlepas pro dan kontra tentang dirinya, lelaki paruh baya ini memang dekat dengan kaum santri. Karena menurutnya santri dan ulama bagian dari pertahanan negara.
Wajahnya yang keras dan tubuh yang kekar mengingatkan kita pada Mahapatih Gajah Mada. Pun dengan sikapnya yang hampir sama dalam menghadapi permasalahan negara. Tenang namun memiliki prinsip yang kuat jika berhadapan dengan kepentingan rakyat. Jika Gajah Mada tegas berprinsip ia tidak akan beristirahat (amukti palapa) sebelum menyatukan Nusantara.
Begitu juga bapak tiga orang anak ini tidak ingin ambil pusing jika ada orang yang menghalanginya untuk menegakkan keadilan untuk rakyat. Sesuai janji kepada ayahanda tercinta yang menyuruhnya terjun di militer agar bisa seperti Jendral Gatot Subroto.
Setiap pemimpin punya ciri khas masing-masing begitu juga dengan dirinya.
Selamat berjuang Jendral!
