YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Beberapa pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Perwakilan Malioboro yang tergabung dalam Forum Komunikasi dan Koordinasi Perwakilan (FKKP), meminta Pemerintah Kota Yogyakarta untuk menentukan tempat yang jelas jika ada kebijakan relokasi seiring dengan dilanjutkannya revitalisasi sirip jalan di kawasan Malioboro. Di samping itu, FKKP juga meminta revitalisasi dilakukan bertahap agar pedagang masih bisa beraktivitas.
Menurut Ketua FKPP, Adi Kusuma Putra Suryawan, pihaknya mendukung rencana Pemkot Yogyakarta yang melakukan revitalisasi di kawasan itu. Namun, PKL meminta agar kebijakan dikaji secara matang dan bisa meminimalkan dampak yang ditimbulkan terutama bagi pedagang dan aktivitas PKL di kawasan itu.
“Mulai dikerjakan, infonya Senin pekan depan. Untuk dampaknya kami masih menunggu info lebih lanjut, kami sangat meminta agar kebijakan bisa menampung aspirasi semua pihak,” ujar Adi, Rabu (13/10/2021).
Dia menambahkan, PKL juga meminta Pemkot Yogyakarta untuk memberikan informasi yang lengkap seputar kebijakan revitalisasi. Sebab, dengan informasi yang komplit pedagang bisa bersiap-siap jika sewaktu-waktu terdampak dari adanya kebijakan relokasi.
Baca juga: Sebagian PKL Jalan Sudirman Siap Direlokasi ke Pasar Pingit
“Alasan waktu juga jadi pertimbangan kami, jadi ada waktu yang cukup untuk melakukan persiapan-persiapan dan mencari alternatif,” katanya.
Sampai saat ini menurut dia, kebijakan revitalisasi masih dalam tahap sosialisasi. Pedagang belum diberi tahu apakah nantinya PKL dan warung yang berada di sekitar lokasi bakal direlokasi atau tidak. Yang jelas, FKPP minta untuk dilibatkan dan mendapat kepastian tempat yang layak jika sewaktu-waktu terjadi relokasi.
“Dan apabila proses pembangunan tempat relokasi berjangka panjang, kami mohon agar diberikan tempat usaha sementara, agar kami tetap melaksanakan kegiatan ekonomi produktif,” tandasnya. (den)
