Bernas.id – Jika mendengar kata ?matematika?, ada beberapa kemungkinan orang menjawabnya dengan, ?seram?, ?banyak rumus?, ?pusing ah kalau belajar matematika?. Ada juga jawaban ?saya suka?, ?menarik, penuh logika? atau ?bikin semangat menghitung?.
Dari jawaban di atas ada dua perbedaan yang dapat kita perhatikan. Orang pertama menjawab matematika dengan seram, banyak rumus dan lain sebagainya, bisa jadi orang tersebut pernah mengalami sesuatu hal yang kurang menyenangkan tentang matematika. Pernah mengalami dimarahi guru matematika, disebut lemot oleh temannya, atau mungkin ditertawakan ketika salah mengerjakan soal. Sepertinya orang pertama mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan selama belajar matematika.
Orang kedua berpendapat sebaliknya dengan orang pertama. Matematika menarik, penuh logika. Jadi sebenarnya yang betul atas jawaban ?siapa yang suka matematika?? orang pertama atau yang ke dua?
Kali ini saya akan membagikan tips bagaimana mengatasi fobia matematika. Fobia yang dimaksud di sini khususnya rasa takut atau rasa malas mempelajari, seperti halnya alasan orang pertama tentang matematika. Inilah 5 cara agar kamu bisa mengatasi fobia matematika:
1. Bersikap positif.
Ada dua orang yang berpendapat matematika itu menyenangkan dan ada pula yang sebaliknya. Semua itu tergantung pikiran, kita yang mengendalikan pikiran tersebut. Perlunya bagi kita mengawali hari-hari dengan selalu berpikir positif. Otak kita lebih banyak melakukan kegiatan berpikir, menurut Indra K Dewanto, dalam bukunya yang berjudul Wake Up Call bedasarkan hasil riset dan studi mengatakan bahwa setiap hari kita berpikir sebanyak 60.000 hingga 80.000 kali! Bayangkan jika dari sekian banyaknya kita berpikir dalam sehari, persentase terbesar adalah pemikiran yang negatif. Berarti berapa banyak otak kita menyimpan memori yang secara tidak sadar masuk ke dalam otak bawah sadar kita dan akhirnya otak kitapun menjadi perpustakaan yang mengoleksi hal-hal negatif. Bayangkan kalau yang terjadi adalah sebaliknya, dalam pikiran kita selalu berpikiran yang positif? Menyenangkan bukan hasilnya?
2. Berani mengajukan pertanyaan
Pada suatu kegiatan pembelajaran, pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan sangatlah penting. Pertanyaan ini dapat datang dari guru atau dari siswa. Bertanya, pencarian jawaban merupakan proses dari suatu siklus pembelajaran.
Pengetahuan yang dimiliki seseorang bermula dari ?bertanya?. Bertanya dalam pembelajaran bagi siswa merupakan bagian penting dalam melaksanakan pembelajaran, yaitu menggali informasi, menginformasikan apa yang telah diketahui dan mengarahkan perhatian pada aspek yang belum diketahui. Jika kamu mulai bertanya, artinya kamu siap untuk belajar. Karena, dengan merumuskan pertanyaan artinya kamu hendak menemukan jawaban dari suatu permasalahan. Artinya kamu ingin mengembangkan pikiran lebih lanjut, dan itulah arti belajar. Good!
3. Berlatih mengerjakan soal-soal
Berlatih mengerjakan soal. Memang betul, dengan soal-soal artinya kita menemukan banyak masalah. Masalah dalam dunia matematika itu unik. Mulai dari masalah biasa, atau masalah sehari-hari. Dengan sering mengerjakan soal, artinya kalian sering memecahkan masalah.
4. Jangan hanya sekedar copy paste
Copy paste alias nyontek itu diperbolehkan selagi mengerjakan latihan soal. Beda halnya dengan nyontek ketika ujian atau tes. Ketika kamu akan menyalin pekerjaan temanmu berusahalah untuk bertanya hingga kamu mengerti. Kenapa kamu harus menyalin dengan cara begini? Kenapa ini yang menjadi hasil?
Setelah kamu mengerti cobalah untuk menulisnya kembali dengan bahasamu sendiri. Mulailah meng-copy paste dengan benar.
5. Berjiwa pantang menyerah
Gigihlah dalam menjalani sesuatu. Dengan jiwa pantang menyerah itu artinya menunjukkan keseriusan kalian dalam menajalani sesuatu. Hasil memang Yang Maha Kuasa yang menentukan. Tapi dengan jiwa pantang menyerah ?nilai? pun tidak akan jauh dari apa yang akan kamu usahakan. Setidaknya teman kamu yang mengenal kegigihan kamu akan ikut termotivasi juga, pahala buat kamu!
Selamat mencoba!
Sumber:
Dewanto, Indra K. 2015. Wake Up Call. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
