Bernas.id ? Pantai memang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Salah satunya para balita yang berlibur bersama orang tuanya. Tempat terbuka dengan pasir terlebih jilatan air, tentu tak mampu ditolak para balita. Satu tempat yang jelas tidak mampu ditolak para balita ini, masih belum terlindungi. Segala macam bentuk kuman ataupun bakteri, siap menyambut balita. Namun tenang, balita masih bisa bermain dengan riang jika kita menyiapkan tiga senjata ini,
1. Penghangat badan
Bermain di tempat terbuka dengan angin kencang, balita lebih mudah terserang angin. Terlebih jika disertai bermain air. Suhu tubuh balita bisa turun secara drastis. Untuk mencegah hal ini, jangan lupakan penghangat tubuh. Segera mandi dan berganti baju sesaat setelah bermain dengan air. Mandi adalah cara termudah menghilangkan segala kotoran, termasuk bakteri. Jika si kecil belum berniat membersihkan diri, entah masih ingin bermain kembali, atau sekadar makan camilan, tutupi tubuhnya dengan handuk. Lebih efektif lagi jika menggunakan handuk kimono.
Selain handuk, minyak penghangat badan seperti kayu putih atau balsam bayi, tentu wajib digunakan selepas mandi. Setidaknya gunakan sesering mungkin sebagai perlindungan balita terhadap kencangnya angin. Tak lupa, segelas susu hangat atau makanan hangat juga mampu memberikan kehangatan bagi tubuh balita.
2. Baju renang dan baju ganti
Pantai jelas identik dengan air dan berenang. Biarkan si kecil bermain dengan buih ombak atau bahkan berenang di tepian. Bawa baju renang sebagai senjata andalan, sehingga tidak perlu berulang kali berganti pakaian. Baju renang lebih efektif digunakan dibanding baju biasa yang digunakan untuk berenang. Desain baju renang, lebih ringan dan tidak memberatkan setelah dipergunakan.
Selalu bawa baju ganti termasuk handuk kering. Beberapa baju ganti lebih baik mengingat aktivitas lapangan yang hampir dilakukan dalam sehari. Jangan lupakan wet bag untuk meletakkan baju basah. Wet bag lebih efektif dibandingkan kantong plastik biasa.
Selain baju renang dan baju ganti, perhatikan juga pemilihan sandal. Sandal yang ringan jelas lebih memudahkan si kecil beraktivitas di atas pasir
3. Topi dan Makanan
Karena bermain banyak menguras energi, jangan lupakan asupan makanan. Perhatikan jam makan si kecil. Jangan sampai hal ini terlewat akibat asiknya ia bermain. Tambah asupannya dengan camilan bergizi seperti buah, roti atau biskuit. Makanan cepat saji kadang dirasa lebih efisien ketika bepergian. Namun tetaplah waspada. Jangan biarkan si kecil memakan terlalu banyak makanan siap saji.
Jangan lupakan minum. Siapkan setidaknya dua jenis minuman, yaitu hangat dan dingin. Minuman hangat diperlukan si kecil selepas bermain air, mandi dan membersihkan diri. Selebihnya minuman dingin lebih menyegarkan. Termasuk minuman khas pantai, kelapa muda. Jangan ragu untuk memberikannya untuk si kecil.
Senjata akhir sebagai pengaman adalah perlindungan kulit. Bawa topi untuk melindungi kepala dari sengatan matahari, terlebih cahaya. Untuk perlindungan cahaya, kacamata mampu melindungi dengan baik. Sunblock khusus balita juga bisa diaplikasikan selama balita berada di bawah terik matahari. Penggunaan sunblock yang tepat tentu akan melindungi kulit balita.
Bermain menjadi hak balita. Jangan batasi kreativitas imajinya. Penuhi kebutuhan dsasarnya, ikuti saja dunianya. Dan saat ini adalah saat kita menikmati kebersamaan bersama balita kita.
