YOGYAKARTA, BERNAS.ID -Kebijakan resmi untuk 100% hanya menggunakan telur dari peternakan bebas kandang baterai (baik telur utuh, telur cair, maupun segala produk mengandung telur) diumumkan oleh tiga bisnis kuliner di Yogyakarta, yakni ViaVia Artisan Bakery, Restoran Yabbiekayu dan Resto Bumi Langit bulan ini. Komitmen ini dibuat untuk meningkatkan kesejahteraan hewan, terutama ayam petelur, dan mendukung kampanye Indonesia Bebas Kandang Baterai yang dijalankan oleh Animal Friends Jogja.
Hal itu disampaikan Elly Mangunsong, Corporate Outreach Manager Animal Friends Jogja. Ia menerangkan, sektor bisnis yang berkomitmen untuk beralih ke telur bebas kandang baterai menjadi contoh baik dan nyata bahwa mereka bisa berperan aktif dalam upaya peningkatan kesejahteraan hewan.
“Saat ini isu kesejahteraan hewan juga telah menjadi perhatian konsumen peduli di Indonesia, mengiringi perhatian mereka pada isu lingkungan dan perubahan iklim,” ujar Elly, Sabtu (25/9/2021)
Baca juga: AFJ Tolak Sirkus Lumba-Lumba di Sekaten
Ia meneruskan, sebelumnya, komitmen serupa telah dibuat oleh bisnis-bisnis kuliner ternama lainnya di Yogyakarta. Pionirnya adalah Chocolate Monggo di bulan Juli 2020 diikuti oleh Mediterranea Restaurant dan Kebun Roti Artisan Bakery di bulan Februari dan April 2021.
“Peran entitas bisnis sangat penting untuk mewujudkan industri dan masa depan yang lebih baik bagi semua. Kami mengajak dan siap membantu perusahaan-perusahaan Indonesia lainnya untuk mengambil langkah yang sama,” sambung Elly.
Sebagai tambahan informasi, sistem kerangkeng, atau dikenal dengan kandang baterai, adalah neraka kehidupan bagi ayam di peternakan. Dua sampai tiga ayam hidup berjejal dalam ruang sempit, masing-masing memiliki ruang gerak yang lebih kecil daripada kertas ukuran A4. Di dalam kerangkeng inilah ayam menghabiskan hidupnya, menjadi mesin produksi telur. Hingga memasuki usia 2 tahun, ayam diafkir lalu dikirim ke pejagalan karena dinilai tidak lagi menguntungkan.
Hidup dalam kerangkeng sempit membuat ayam tak dapat memenuhi naluri alaminya. Tidak ada sarang untuk bertelur, pasir untuk mandi dan mengais sumber makanan lain, serta kayu untuk bertengger. Ayam dalam kerangkeng bahkan tidak dapat merentangkan sayapnya. Sering terjadi bagian tubuh ayam tersangkut di jeruji kandang yang mengakibatkan tulangnya retak atau patah, kelainan bentuk anggota tubuh, dan kerontokan bulu yang parah.
Studi menyebutkan bahwa sistem pengurungan kerangkeng menyebabkan ayam menderita stres dan frustrasi sepanjang hidupnya dan memiliki masalah kesehatan yang parah seperti pelemahan tulang dan osteoporosis. Terkait keamanan kebersihan pangan, studi komprehensif pernah dilakukan European Food Safety Authority mengenai perbandingan kontaminasi salmonella dalam sistem kerangkeng dan bebas kerangkeng. Laporan tersebut menyimpulkan bahwa kontaminasi salmonella pada sistem kerangkeng lebih tinggi jika dibandingkan dengan bebas kerangkeng. (den)
