BERNAS.ID – Riset keyword adalah proses pencarian sebuah keyword yang tepat untuk dipakai dalam konten SEO. Dengan begitu, kemungkinan konten website Anda mendapat lebih banyak views.
Contohnya, Anda berencana membuat konten dengan keyword “cara buat website perhotelan”. Setelah di cek, ternyata tidak ada seorangpun yang mencarinya. Jadi sia – sia anda menggunakan keyword tersebut, sebab sama saja seperti menawarkan produk yang tidak ada peminatnya bahkan pembelinya. Oleh sebab itu, Anda pun mencari keyword lain. Contoh, keyword “cara membuat website” dan ternyata memiliki jumlah pencarian yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, Anda memutuskan untuk membuat konten dengan topik “cara membuat website”.
Harus diperhatikan bahwa riset keyword tidak serta merta menjamin konten Anda langsung mendapatkan banyak views.
Sebab semuanya itu kembali kepada kualitas konten Anda serta relevansinya dengan keywordnya. Meskipun demikian, riset keyword dapat membuat anda agar tidak salah pilih topik topik tersebut ternyata banyak dicari orang.
Baca Juga : Ini 8 Indikator SEO
Bagi Anda yang memiliki website ataupun blog pasti ingin website Anda tampil di halaman depan Google. Sungguh sebuah kebanggaan bisa tampil di halaman depan pada laman pencarian terkemuka di dunia sekelas Google. Namun, untuk website Anda bisa muncul di halaman depan Google butuh strategi dan kunci khusus.
Berikut kita bahas beberapa Strateginya
Jenis-jenis Keywords
Anda harus mengerti bahwa kunci sukses dan strategi yang harus Anda tahu adalah melakukan riset keyword di Google. Riset keyword ini sangat penting sekali dilakukan sebab Anda harus tahu bagaimana strategi website yang Anda miliki bisa terlihat. Riset keyword adalah tentang bagaimana menemukan kata kunci yang pas dan cocok yang dapat digunakan pada website yang Anda buat.
Keyword yang sesuai akan sangat berpengaruh terhadap performa website ketika telah masuk ke mesin pencarian. Agar performa website Anda semakin meningkat, ada beberapa hal yang harus anda lakukan terkait cara riset keyword di Google.
Berikut beberapa jenis keyword:
– Long Tail Keyword
Keyword ini terdiri dari gabungan yang panjang dari short tail keyword, seperti properti paling laris di jogja, bisnis properti marak di Jogja, dan lain-lain. Bagi Anda yang masih pemula menggunakan website atau blog, lebih disarankan agar menggunakan long tail keyword, sebab lebih mudah untuk tampil pada halaman depan di Google. Long tail keyword bisa menarik pengunjung untuk mengakses ke website Anda sampai 70% lebih banyak.
– Short Tail Keyword
Keyword merupakan satu atau dua kata dasar seperti kuliner, properti, bisnis, makanan jogja, makanan murah dan lain-lain. Jenis keyword ini mempunyai tingkat persaingan yang sangat tinggi sebab sudah sangat umum dan kebanyakan sudah dipakai oleh semua orang. Untuk dapat bersaing dengan pemilihan keyword short tail ini pasti berat, harus didukung kemampuan SEO yang mumpuni.
– Keyword Abadi
keyword jenis ini merupakan keyword yang pasti selalu dicari orang terkait informasi yang mereka butuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya seperti sepatu murah, baju murah, fashion wanita, dan lain-lain. Kata kunci ini terkait kehidupan sehari – hari yang dialami semua orang.
– Keyword Musiman
Keyword ini muncul saat terjadi sesuatu yang sifatnya populer namun sementara. Contohnya event, isu, atau peristiwa tertentu yang saat ini sedang terjadi. Contohnya Piala Dunia Euro, GoFood semakin Berjaya dan lain-lain.
Cara Riset Keyword dengan Mudah
Penggunaan keyword masuk dalam strategi SEO yang digunakan untuk meningkatkan trafik website Anda, dan memungkinkan anda untuk dapat menganalisa website milik orang lain/kompetitor.
Google sudah menyediakan 2 tools yang dapat membantu anda melakukan riset keyword untuk menunjang performa website/blog, yaitu menggunakan Google Keyword Planner dan Google Trends.

Google Keyword Planner
Produk Google ini untuk mengetahui estimasi trafik dari target keyword yang anda gunakan dan membantu dalam mencari keyword yang relevan dengan niche website anda.
Google Trends
Tools dari Google ini dapat memberikan insight pada orang-orang terkait segala hal yang mereka cari di mesin pencari. Tools ini dapat membagi hal-hal seperti: segmentasi, lokasi geografik, kategori produk, dan tanggal.
Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Melakukan Riset
Ada 3 komponen yang harus dilakukan, yaitu:
1. Kata Kunci yang disarankan (Suggestion keyword)
Suggestion keyword ini berkaitan dengan apa yang akan anda lakukan. Ketika anda mencari sesuatu dengan kata kunci tertentu maka Google akan memberikan sugesti saran kata kunci yang relevan sesuai dengan yang anda cari. Contohnya, Anda mencari dengan kata kunci “cara membuat website” maka Google akan memberikan saran beberapa keyword/kata kunci yang relevan contohnya “cara membuat website gratis”, “cara membuat website sendiri”, “cara membuat website jualan”, dan lain – lain.

2. Volume Pencarian

Komponen volume pencarian ini terkait dengan; seberapa sering sebuah kata kunci dicari menggunakan Google dalam kurun waktu tertentu. Keyword tool ini bisa menampilkan banyaknya jumlah kata kunci yang dicari dalam beberapa kurun waktu dari; hari, minggu dan bulan. Misalnya dengan kata kunci Hosting menunjukkan angka 2000, maka kata kunci tersebut diketik atau dicari di Google sebanyak 2000 kali dalam waktu yang umumnya satu bulan.
3. Halaman Hasil Pencarian (SERP)
Search Engine Result Page (SERP) adalah sebuah halaman yang berisi semua hasil pencarian yang sesuai kata kunci tertentu yang diakses dari beberapa mesin pencari seperti Google, bing, Yahoo dan lain-lain. Fungsi SERP ini membantu anda melihat kualitas dari website lainnya yang menduduki peringkat tertinggi pada sebuah mesin pencari yang digunakan.
Sekian pembahasan cara riset keyword, Semoga Bermanfaat.
(Harry Patty)
