HarianBernas.com – Skandal industri makanan tengah menjerat Brazil. BBC memberitakan kalau 33 pejabat pemerintah sudah dipecat karena membiarkan perusahaan-perusahaan daging setempat menjual daging yang sudah membusuk. Sebagian dari daging tersebut dilaporkan juga diekspor ke Eropa dan negara-negara lain.
Baca juga: 3 Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan Mudah
Terbongkarnya skandal tersebut berawal dari keluarnya hasil investigasi yang sudah digelar sejak dua tahun lalu. Begitu hasil investigasi tersebut keluar, polisi Brazil pada hari Jumat (17/3/2017) melakukan penggrebekan di 194 lokasi yang tersebar di 6 negara bagian berbeda. Lebih dari 1.000 petugas terlibat dalam operasi ini.
Menurut pihak penyelidik, manajer perusahaan daging menyogok petugas pemerintah supaya bisa memperoleh sertifikat dari pemerintah. Jumlah perusahaan yang terlibat dalam praktik ini dilaporkan mencapai lebih dari 30 perusahaan. Dua di antaranya adalah perusahaan JBS dan BRF yang diketahui memiliki jangkauan pasar berskala global.
Polisi menyatakan kalau perusahaan-perusahaan tadi menggunakan cairan asam dan bahan kimia lainnya untuk menyamarkan produk dagingnya. Sebagian dari bahan kimia yang digunakan bahkan diketahui bersifat karsinogenik dan bisa menyebabkan kanker bagi pemakainya. Sementara dalam kasus lain, kentang dan potongan karton dicampur dengan daging ayam untuk memaksimalkan keuntungan.
Ketika JBS dan BRF diumumkan sebagai perusahaan yang termasuk dalam penyelidikan ini, saham masing-masing perusahaan dilaporkan anjlok sebanyak 10% dan 8%. Kedua perusahaan itu sendiri menyangkal kalau pihaknya terlibat dalam praktik ilegal. Namun mereka menyatakan siap bekerja sama dengan aparat Brazil untuk membantu proses investigasi kasus ini.
Baca juga: 6 Langkah Belajar Investasi dan Trading Saham dari Nol
